oleh

LIA ISTIFHAMA : Pentingnya Berbagi di Bulan Suci

Relawan Lia Istifhama saat melakukan penyemprotan Disinfektan di pemukiman warga

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (26/04/2020) | PUKUL 23.24 WIB

Sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan, aksi sosial yang dilakukan oleh relawan Surabaya Ceria, salah satu jaringan pengusung Lia Istifhama terlihat konsinten.

Bahkan, mereka menunjukkan profesionalitasnya dengan mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) yang terdapat nama Lia Istifhama ketika melakukan aksi penyemprotan.

Tidak hanya aksi penyemprotan, mereka juga membuat masker sendiri dan tempat cuci tangan yang dipasang di beberapa daerah pemukiman.

“Kami ini sudah biasa melakukan aksi seperti ini, karena kami semua adalah potret umum warga Surabaya. Kami sama-sama merasakan dampak dari penyebaran Covid-19, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Tapi karena kami sudah bertekad selalu setia menemani Ning Lia sampai di Balai Kota, maka sampai sekarang pun kami tidak melempem,” ujar Koordinator Surabaya Ceria, Sudarmanto, Minggu (26/04/2020)

Sementara itu, Lia Istifhama mengaku sangat salut dan bersyukur dengan yang dilakukan oleh relawan yang mendukungnya. Menurutnya, yang dilakukan para relawan ini bukan hanya aksi penyemprotan, akan tetapi juga menjahit masker sendiri, membuat takjil maupun nasi bungkus yang dimasak sendiri.

“Yang pasti banyak sekali aksi yang murni dari mereka. Bahkan, saya baru tahu setelah aksi dilakukan. Jadi sama sekali mereka tidak membebani pembiayaan. Kalau saya tanya, jawabnya selalu sama, urunan (patungan, Red),” katanya.

Wanita yang lebih akrab disapa Ning Lia ini mengatakan adanya relawan tidak bisa dilihat secara kacamata politik. Melainkan wujud nyata masyarakat Surabaya yang memiliki semangat gotong royong.

“Urunan untuk dibagi pada yang membutuhkan bagi saya ini sangat luar biasa. Sedikit-sedikit tapi diniati bisa merata. Saya kira, semangat bahu membahu seperti itu insya Allah pasti efektif melawan Covid-19. Saya yakin sekali, usaha tidak mengkhianati hasil. Haqqul yakin wabah Covid-19 akan usai,” tegasnya.

Putri almarhum tokoh NU alm KH Masykur Hasyim ini juga mengatakan pentingnya berbagi pada bulan Ramadan. Meski demikian, menurutnya, untuk berbagi seharusnya tidak memandang bulan.

“Tapi kalau lebih dimaksimalkan pada bulan suci, insya Allah pahala lebih berlipat ganda. Dalam hadist, Rasulullah SAW bersabda yang artinya bahwa manusia terbaik adalah orang fakir yang memberikan tenaganya,” katanya.

“Maksud dari hadis itu adalah, bahwa orang yang tidak berada dalam kelapangan waktu, uang, dan tenaga, tapi masih mau berbuat untuk orang lain, insya Allah itulah orang-orang yang baik. Semoga kita bisa meneladani kebaikan yang sudah diajarkan Rasulullah SAW,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed