Mahfud MD dibuli karena foto dengan pengancam Jokowi, FIRMAN SYAH ALI sebut MMD biasa dicegat dan diajak foto bareng oleh siapa saja

 47 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (28/12/2019) | PUKUL 09.20 WIB

Sebuah foto yang menampilkan Menko Polhukam RI Mahfud MD dan seorang anak bernama Royson Jordany Tjahja diviralkan di media sosial oleh kelompok yang selama ini selalu membuat gaduh masyarakat NKRI.

Foto ini pertama kali diunggah di akun Instagram, milik Royson @roysonjordany pada Rabu (25/12) lalu.

Foto tersebut sengaja diviralkan oleh kelompok tertentu karena kebetulan Royson merupakan pemuda yang pernah melakukan penghinaan pada Presiden Joko Widodo.

Hinaan itu sempat diabadikan dan viral di media sosial. Royson yang bertelanjang dada mengangkat foto Jokowi dan sesekali mengeluarkan ancaman sambil menunjuk-nunjuk foto tersebut. Dari mulutnya sempat terucap ancaman untuk menembak kepala Jokowi.

Foto Mahfud MD bersama Royson ini juga sempat mendapat tanggapan dari Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule. Dia menyinggung masalah ketidakadilan yang akan menjadi bom waktu bagi pemerintah.

“Kalau ketidakadilan terus terjadi, tinggal tunggu waktu, akan ada “amuk” sebagai dampak,” tegasnya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Kamis (26/12).

Koordinator Sahabat Mahfud Jawa Timur, Firman Syah Ali yang akrab disapa Cak Firman menjelaskan bahwa Mahfud MD memang biasa dicegat dan diajak foto oleh siapapun. Usai menjadi nara sumber di sebuah seminar, Mahfud MD tidak bisa langsung keluar dari ruangan dengan lancar dan mulus, sebab pasti dicegat oleh para peserta seminar yang mau ngajak foto bareng satu per satu, tanpa Mahfud MD tau siapa orang yang sedang mengajaknya foto bersama tersebut.

“Kadang sedang enak-enak makan di restoran, ada yang mendekat meminta foto bersama, kadang keluar dari hotel ya dicegat orang dan diminta foto bersama. Mahfud MD ya senyum aja seolah akrab padahal ya tidak kenal” lanjut Cak Firman.

“Ini semua resiko figur publik. Banyak orang ngajak foto bersama tanpa tau bahwa salah satu orang yang mengajaknya foto bersama itu merupakan tokoh antagonis, tokoh kontroversial, orang sedang punya masalah hukum yang ingin memamerkan fotonya dengan petinggi pemerintahan dan sebagainya dan sebagainya” pungkas Bendahara Umum PW IKA PMII Jatim ini. (Spr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *