Malam Ini, KPK OTT Bupati Sidoarjo

 5 views

 

SIDOARJO – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (07/01/2020) | PUKUL 23.25 WIB

Situasi Pendopo Delta Wibawa yang biasanya ramai orang, baik itu pejabat atau lainnya, kini mendadak sepi. Lazimnya pendopo ramai hingga malam hari, terlebih sopre harinya ada pelantikan sejumlah pejabat.

Kenapa? Informasinya, sekitar pukul 19.00 WIB ditengarai ada aktifitas yang dilakukan aparat penegak hukum. Sebanyak empat mobil, dikabarkan, membawa empat orang dari dalam pendopo, tempat Bupati Sidoarjo H Saiful llah bekerja sehari-hari tersebut.

Siapa yang dibawa aparat masih belum bisa dikonfirmasi. Hanya saksi mata di lokasi membenarkan ada empat mobil yang beriringan pergi dari Pendopo Sidoarjo.

Bahkan sekitar pukul 22.00 WIB Pendopo Delta Wibawa juga terlihat disterilkan. Pintu gerbang yang biasanya terbuka kini ditutup. Tidak semua orang bisa masuk pendopo, termasuk para jurnalis. Satpol PP yang bertugas di Pendopo Delta Wibawa meminta untuk tidak memasuki joglo atau duduk di tempat depan pendopo itu.

“Kami diperintah Kabag Rumah Tangga pendopo untuk menyampaikan perintah tersebut,” ujar Anggoro Dwi dan Jiri, dua petugas Satpol PP Pemkab Sidoarjo, kepada awak media potretjatimdaily.com, Selasa (07/01/2020) malam.

Sementara itu, Hasil pantauan potretjatimdaily com, Sebelumnya KPK telah menggelar OTT di Sidoarjo, Jawa Timur. Salah seorang yang terjaring OTT KPK yakni Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

“Saat ini KPK bekerja sama dengan Polda Jatim. Untuk pemeriksaan awal dilaksanakan di Polda Jatim,” kata Juru bicara KPK Ali Fikri.

Fikri menuturkan Saiful tak hanya sendirian. Dia terkena OTT bersama beberapa orang.

Menurut Fikri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap kepala daerah Kabupaten Sidoarjo H SaifulIlah dan sejumlah pihak, yaitu Kepala dinas Perijinan Terpadu satu pintu Ari Suryono, Ajudan Protokoler Kominfo Kab. Sidoarjo Budiman dan satu ajudan Pribadi Novi di Kabupaten Sidoarjo.

“KPK telah mengamankan seorang kepala daerah dan beberapa pihak lainnya di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terkait pengadaan barang dan jasa,” tutur Fikri.

“Info selengkapnya akan disampaikan besok ketika konferensi pers,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Operasi tangkap tangan diduga terkait pengadaan barang dan jasa. Termasuk barang bukti yang ditemukan dalam tangkap tangan. (Anthony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *