Namanya Teratas Dibahas di Rakernas PDIP, NING LIA : Saya Tidak Taqabbur dan tetap berproses

 20 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (11/01/2020) | PUKUL 18.38 WIB

Lia Istifhama mengaku tidak akan taqabbur, dengan lugas dan rendah hati perempuan asli Surabaya ini tetap berharap doa dan dukungan dari Warga Kota Surabaya.

“Alhamdulillah, terimakasih infonya, kalau benar nama saya dibahas atau diperhitungkan di Rakernas. Namun yang pasti saya tidak akan taqabbur. Langkah kaki saya untuk kebaikan semua warga Surabaya,” kata Ning Lia, saat dihubungi melalui telepon selularnya, Sabtu (10/01/2020).

Sebelumnya, aktivis perempuan Nahdlatul Ulama (NU) yang juga putri mantan anggota DPRD Kota Surabaya dari PPP ini, ramai diberitakan dan digadang berpasangan dengan kader PDI Perjuangan Whisnu Sakti Buana.

“(Dan) saya akan terus berproses. Niat saya sudah bulat, mengabdi, memberikan yang terbaik untuk semua warga Kota Surabaya,” lanjutnya.

Hasil pantauan Potretjatimdaily.com, nama Lia Istifhama disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang akan bersanding untuk posisi L-2 atau wakil walikota, di pilkada Kota Surabaya, tahun 2020. Itu dibahas di acara Rakernas di Jakarta.

Bambang Pacul tokoh PDI Perjuangan sempat melontarkan kalimat gembiranya, menurut dia munculnya banyak nama sebagai bakal calon menggambarkan fenomena unik di partai Kepala Banteng Moncong Putih.

Selain Lia Istifhama, namanya lainnya berasal dari non kader PDIP adalah Dwi Astutik, Fandi Utomo, Gunawan, Warsito, Haries Purwoko dan Joe Angga.

Dimana, Nama-nama itu diperkirakan akan bersaing ketat sebagai berkompetisi memperebutkan calon L-2. Sementara, kans untuk posisi Calon Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana masih bertengger di posisi teratas, dari kader partai.

Menurut Bambang Pacul, hal itu sah-sah saja dan wajar.

“Keinginan seseorang tidak bisa dipenjara. Apalagi keinginan disertai usaha itu hal yang wajar. Tapi Wakil kan cuma satu bukan sepuluh,” kata Bambang Pacul, di agenda Rapat Kerja Nasional I PDIP di Jakarta Internasional Expo (Jiex) Kemayoran, Sabtu (11/01/2020) siang.

Bambang Pacul menambahkan bahwa fenomena tersebut memang menjadi tren baru. (AND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *