Panti Asuhan Anak Yatim

 1,105 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (17/10/2020) | PUKUL 21.09 WIB

Panti Asuhan Anak Yatim

Oleh : EMHA AINUN NAJIB

Sekarang saya bercerita mengenai anak yatim, karena ini juga menarik.

Anak-anak yatim ini ternyata, haduh…

Yatim ini mestinya kan nggak ada. Lha wong, negara kayak gini besarnya, orang tua sangat banyak, dana-dana sosial juga sudah tersedia, panti-panti asuhan sangat banyak.

Mestinya, sudah nggak ada anak yatim.

Paling tidak sudah sangat minimal.

Artinya, begitu banyak anak yatim, atau piatu, atau yatim piatu, Kita bawa masuk ke panti asuhan.

Tujuan utamanya adalah begitu dia menginjakkan kaki di pintu panti asuhan, maka dia bukan yatim lagi.

Karena, dia sudah punya bapak ibu sosial. Dia sudah punya yang menanggung dia.

Sehingga, namanya juga yang benar bukan panti asuhan anak yatim, (sebab) nantinya anak itu makin menderita.

“Saya ini anak yatim, ya ALLAH”.

Tiap hari dia pulang dari sekolah, melihat tulisan itu. Panti asuhan anak yatim.

“Ya ALLAH, Saya Yatim”.

Lho, kita ini mau menolong hatinya, menjadi bapak-ibunya atau mau menyiksa dia?

Dengan, terus-menerus menusuk-nusuk mata dan hati dan pikirannya.

Dengan, menegaskan bahwa mereka itu anak yatim.

Saudara-saudaraku semua, Ingatlah bahwa kita ini tidak punya jasa apapun kepada mereka.

Jangan, dipikir kita mampu menolong anak yatim.

Dihadapan ALLAH, kita ini yang ditolong mereka. Anak yatim ini yang menolong kita.

Kalau nggak ada mereka, nasib kita belum tentu di hadapan ALLAH.

Jadi, jangan sekali-sekali, saya sendiri tidak pernah berani, meskipun saya menampung cukup banyak di berbagai daerah, tapi saya tidak pernah berani merasa bahwa saya pernah menolong mereka.

Saya sedang ditolong mereka.

Bahkan, kalau saya mendapat kesulitan macam-macam, mereka yang menolong saya langsung dengan wirid-wirid mereka, dengan doa-doa mereka.

Dan, kalau saya, umpamanya kasih makan kepada mereka, itu bukan berarti saya menolong mereka. Saya sedang menyelamatkan diri saya di hadapan ALLAH.

Sebab, kalau aku tidak lakukan hak mereka itu, maka Tuhan akan mempersalahkan saya.

Itu ayatnya jelas. “Alladzii yadu’ul yatiim”.

Jadi, saudara-saudaraku semua, yang berurusan dengan anak yatim, jangan lagi sebut mereka yatim.

Karena, mereka adalah anak-anakmu. Dan, mereka jangan sampai ingat bahwa mereka yatim.

Itulah tujuan setiap penanganan kepada anak-anak yang semula kita sebut yatim, begitu kita tangani, mereka adalah anak kita.

Dan, kata yatim, kata piatu, kita buang saja jauh-jauh. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *