Peduli Alam, Kadisbun Jatim : Pentingnya Konservasi Tanaman Kopi

 9 views

Lia Istifhama bersama H. Mahrus Sholikhin saat mengunjungi Kadisbun Jatim H. Mahrus Solikhin Kantor Dinas Perkebunan Jawa Timur

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (30/03/2021) | PUKUL 22.09 WIB

TOKOH | Tepat Senin (29/3), Ketua DPD Perempuan Tani HKTI Jatim bersama aktivis Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) H. Mahrus Solikhin, berkunjung ke Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur yang langsung ditemui oleh Kadisbun Ir Karyadi, MM.

Dalam pertemuan tersebut, Mahrus yang pada 2018 lalu meraih Nominator Tingkat Prop Jawa Timur kategori Penyuluh kehutanan Swadaya Masyarakat Tingkat Nasional oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, berbicara mengenai persoalan banjir di Pasuruan. Oleh Kadisbun Jatim, masalah tersebut dapat diatasi dengan penanaman kopi di lereng bukit.

“Tanaman kopi dapat menahan tanah dan air hampir sama dengan tanaman hutan, oleh sebab itu penting dilakukan konservasi kopi untuk mencegah banjir,” jelas pria yang hobi menggoreng kopi di tengah waktu luangnya.

“Konservasi kopi dilakukan sesuai jenisnya. Kopi arabika bagus ditanam di atas 900 mdpl (meter di atas permukaan laut, red.), kalau robusta di atas 600 (mdpl). Tinggal disesuaikan karakter demografi wilayah. Tanam kopi termasuk usaha produktif yang menjanjikan. Apalagi, kopi dalam negeri kualitasnya lebih baik daripada luar negeri. Kalau petani semangat menanam kopi, maka akan menjadi sinergi kuat nilai ekonomi dengan nilai konservasi”, tambahnya.

Mahrus yang merupakan Ketua PKSM Puspo Pasuruan, menjelaskan bahwa 700 hektar wilayah disana dinilai cocok untuk menjadi salah satu pilot project konservasi kopi di Jatim.

Sedangkan Dr. Lia Istifhama menjelaskan bahwa semangat mengembangkan tanaman kopi dinilai sebagai salah satu langkah strategis penguatan sektor potensi lokal yang sekaligus mampu menekan potensi impor.

“Kalau para petani memiliki tanaman yang sesuai dengan kebutuhan industry, tentunya ini menjadi stimulus penguatan kuantitas dan kualitas karena petani akan semangat, bahwa perjuangannya mengolah lahan tidak akan sia-sia. Selanjutnya, produktivitas dalam negri yang tinggi secara kualitas dan kuantitas, tentunya akan meminimalisir impor sektor bahan baku di bidang pertanian maupun perkebunan. Justru menjadi stimulus kenaikan ekspor secara signifikan,” jelas ketua organisasi yang pada Desember lalu mendapat penghargaan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur sebagai penggerak perempuan di bidang pertanian. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *