Peringatan Hari Guru di SMA Parlaungan, STAI TARUNA : Minta Doa Guru untuk Kesuksesanmu

 32 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SENIN (25/11/2019) | PUKUL 23.25 WIB

Menghargai jasa para pendidik bangsa bisa dilakukan dengan banyak hal. Diantaranya adalah melakukan kegiatan khusus dalam peringatan hari guru.

SMA Islam Parlaungan Sidoarjo sebagai contohnya, menyelenggarakan Peringatan Hari Guru pada Sabtu, 23 Nopember 2019. Momen tersebut bukan hanya dilaksanakan bersama internal civitas akademika SMA Islam Parlaungan saja, tapi juga dari beberapa kampus, seperti STAI Taruna Surabaya, ITS, Unair, UINSA, dan sebagainya. Bahkan hadir pula beberapa mahasiswa asing, yaitu dari Amerika Serikat, Korea, China, Vietnam, dan Afrika.

Peringatan Hari Guru yang sekaligus Penutupan mahasiswa PPL STAI Taruna Surabaya tersebut, berlangsung meriah.

Acara yang dimulai sejak pagi tersebut, juga diisi dengan prosesi membasuh kaki para pendidik oleh muridnya. Bukan hanya siswa SMA Parlaungan yang secara simbolis menyuci kaki gurunya, namun mahasiswa dari kampus yang saat itu hadir, juga membasuh kaki dosennya.

Lia Istifhama, sebagai contohnya. Ketua III STAI Taruna Surabaya yang saat itu hadir sebagai dosen pamong, dibasuh kakinya oleh mahasiswa yang dibimbingnya.

“Semoga adik-adik mahasiswa jadi orang sukses, berkah ilmunya”, doa Lia. Dosen yang juga aktivis NU tersebut, juga menyampaikan pesan yang diutarakan dalam sambutannya.

“Untuk para siswa semuanya, jangan lupa selalu mendoakan orang tua dan guru setiap selepas sholat lima waktu. Insya Allah kelak kalian menjadi orang berhasil. Juga meminta doa pada orang tua dan guru kalian, orang-orang yang mendidik kalian, sebagai jalan agar kesuksesan dan keberkahan hidup bisa kalian raih”, ujarnya.

Adapun Slamet, kepala sekolah SMA Parlaungan, juga menyampaikan pesan yang sama pada anak didiknya. Bahkan ia tak segan menunjukkan kedekatam dengan siswanya selama acara, termasuk melakukan aksi masa bersama dengan para siswa dan tamu undangan, baik dari kampus maupun dengan mahasiswa asing yang saat itu hadir. Aksi masak bersama tersebut berjalan gayeng dengan diwarnai menu tradisional, seperti lontong balap, ikan bakar, dan sebagainya. (AND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *