Perkuat Silaturahmi Politik, Ning Lia Enggan Bicara Pilwali

 15 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (24/01/2020) | PUKUL 17.39 WIB

Kali kedua, Lia Istifhama terlihat bersama ketua DPD Nasdem Kota Surabaya, Robert Simangunsong, SH. Aktivis perempuan yang dikenal dengan latar belakang nahdliyin tersebut, menegaskan bahwa kebersamaannya sama sekali tidak ada kaitan rekom partai pimpinan Suraya Paloh tersebut.

“Alhamdulillah, kalau ini tadi (Jum’at, 24/1), kami bersilaturahmi di kediaman KH Ali Badri Zaini. Sangat wajar bersilaturahmi, karena beliau kiai khos, siapa sih yang tidak kenal beliau?”, ujar perempuan yang pada Februari nanti genap usia 36 tahun. Ketika ditanya perihal rekom partai berlambang lingkaran biru, Lia menjawab secara politis.

“Rekom sama sekali bukan wewenang dan kapasitas saya untuk berbicara hal itu. Saya sedanh membangun proses Ta’aruf, silaturahmi. Jujur saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan sosok pemimpin partai, yaitu pak Robert, yang sangat humble dan bijak dalam bertutur kata. Ini sangat penting dan saya tidak ingin menciderai suatu proses silaturahmi dengan kepentingan yang sifatnya hanya bersifat mengejar jabatan politis tertentu,” jelasnya.

Namun, dosen kelahiran wonocolo Surabaya tersebut tidak menampik perihal topik kepemimpinan.

“Dari Kiai (Ali Badri), saya mendapat banyak wejangan. Termasuk pentingnya seorang pemimpin yang tidak meninggalkan sholat lima waktu. Dan dal rangka memutuskan suatu langkah, hendaknya sholat istikharah. Pemimpin dalam hal ini, tidak harus dalam konteks pilwali ya? Yang pasti, siapapun dapat dan wajib berikhtiar dalam suatu proses, tapi keberhasilan suatu proses, jangan dijadikan kewajiban. Itu murni hak Allah SWT. Itu pesan bijak beliau. Hal ini penting saya kira, agar siapapun tidak boleh menjadi ambisius, apalagi terkait jabatan”, tambahnya, yang saat bersilaturahmi, didampingi ayahnya, tokoh gaek PPP dan juga mantan komandan Banser Jatim, KH Masykur Hasyim.

Terkait Irjen Pol.Machfud Arifin yang dikenal dengan KH Ali Badri dan diisukan santer telah mengantongi rekom nasdem, Lia turut angkat bicara tentang kesannya pada mantan Kapolda Jatim tersebut.

“Secara personal, saya lihat beliau sosok yang bisa menggabungkan kekuatan pilpres kemarin. Ini memang harus diakui dan diapresiasi karena hal yang bijak ketika menggabungkan dua kekuatan yang sebelumnya berbeda. Saya dulu pernah satu forum sebagai narasumber dalam acara RKIH. Kebetulan ketua RKIH adalah mas Erwin (Erwin Silitonga) yang juga kader Nasdem.

Ning Lia juga menambahkan :

“Namun ini saya sampaikan secara subyektif. Saya sendiri bukan pertama kali mengapresiasi ketokohan seseorang, lho. Siapapun, jika memang layak kita nilai memiliki hal positif, yah wajar lah disampaikan. Yang gak wajar itu kan cara-cara pembunuhan katakter dalam suatu dinamika politik”, ujarnya.

Dipancing soal penjaringan Nasdem, Lia menjelaskan: “Nasdem buka penjaringan konteksnya bacawali, sedangkan memang dari awal sejatinya saya arahnya adalah wakil (bacawawali). Saya sendiri di PDIP, mengambilnya untuk wakil. Saya sih melakukan langkah politis karena logika saja, karena siapa yang maju sebagai walikota, harus mengantongi minimal 10 kursi”, pungkasnya. (And)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *