Perluas Dampingan, Pertani HKTI-BIOTANI Sasar Pondok Pesantren

 215 views

KAB. PASURUAN – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (10/08/2021) | PUKUL 13.34 WIB

Bertempat di Desa Pukul Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan, terlaksana acara ‘Tandur Jagung’ pada Petani binaan Pondok Pesantren Syamsul Arifin (Ning Faizah Damanhuri). Jagung ditanam pada Selasa (7/9) kemarin, sebelumnya telah mendapat aplikasi obat fungisida anti jamur oleh Tim Biotani (Robert Sugianto, Rusianto, Kamal) dan dibawah pengawasan langsung oleh Gus Hasan dari PP Syamsul Arifin.

Perempuan Tani HKTI Jatim dan Kabupaten Pasuruan yang saat itu turun langsung dalam acara tandur jagung, terlihat guyub.

“Disini ada Bu Chotimah, petani perempuan yang turun ke sawah bersama suaminya. Meski berpanas-panasan, tapi mereka tetap enjoy dan menikmati profesi bertani. Ini menunjukkan semangat tangguh dan sabar dalam menjaga kelangsungan pangan. Hal ini yang bisa kita teladani,” terang ning Lia Istifhama, Ketua Pertani HKTI Jatim.

Ning Lia juga menambahkan harapan terwujudnya jagung yang kelak menjadi beras dengan karakter ‘SUBUR’, yaitu Sehat, Utuh, Besar, Unggul dalam pemasaran, dan Ramah lingkungan.

Mengambil lokasi dampingan yang merupakan petani binaan Ponpes, ning Lia menjelaskan bahwa kehadiran Ponpes Syamsul Arifin menjadi salah satu bukti kepedulian institusi keagamaan pada penguatan pertanian yang sekaligus mendorong sektor ekonomi produktif masyarakat sekitar.

Sedangkan Ning Nikmah Jamilah yang merupakan Ketua Kabupaten Pasuruan sekaligus Pengasuh Ponpes Roudlatun Nur Salim, menjelaskan bahwa sektor pertanian di Jawa Timur perlu didukung banyak pihak, terutama dari institusi pendidikan.

“Harapan kami selaku bagian dalam keluarga besar institusi pendidikan, yaitu Pondok Pesantren, agar anak-anak santri sejak dini telah mendapatkan ilmu pertanian yang memadai. Dengan begitu, ketika kelak mereka beranjak dewasa dan siap terjun ke masyarakat, maka mereka memiliki banyak pilihan profesi. Mereka bisa menjadi pengusaha, pejabat pemerintahan, pegawai, maupun petani sukses.”

Ning Milah sendiri, di dalam Ponpes yang diasuhnya, menjelaskan telah membangun peran aktif santri dalam pertanian, diantaranya turut merawat tanaman sengon, cabai, sirih, jeruk dan pepaya.

Pertani HKTI sendiri, secara struktural memiliki Ketum Dian Novita Susanto. Di Jatim, giat dampingan pun aktif dilakukan. Bahkan saat di Pasuruan, terlihat pengurus Jatim yang selalu aktif mendampingi Ketua Jatim, yaitu Veronika Ninik Rahayu, Enny Hayati, Siti Fatimah Kurniasari, dan Evana. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *