PILKADA SURABAYA : Survei Uinsa, Machfud Arifin-Mujiaman Kalahkan Eri Cahyadi-Armudji

 110 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
RABU (25/11/2020) | PUKUL 09.58 WIB

Elektabilitas Paslon Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) mampu mempecundangi rivalnya di Pilwali Surabaya, Eri Cahyadi-Armudji (ERJI). Hal ini diketahui dari hasil survei yang dilakukan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa).

Dari hasil survei tersebut, pasangan MAJU memiliki elektabilitas 46%, unggul dari pasangan ERJI yang hanya memiliki elektablitas 42,86%. Keterangan hasil survei disampaikan secara lansung oleh Kepala Prodi Ilmu Politik Fisip Uinsa, Holilah.

Dalam keterangannya, Holilah menyebutkan selisih elektabilitas kedua pasangan tersebut mencapai 3,14%. Selain elektabilitas, popularitas pasangan MAJU juga dia anggap unggul. Yakni, dengan berada di angka 47,4%. Sementara Paslon ERJI dengan angka 47,1%.

Selain elektabilitas dan popularitas, hasil survei juga membahas akseptabilitas atau yang paling disukai oleh masyarakat. Dalam hal ini pasangan MAJU unggul dengan berada di angka 47,4%. Sedangkan pasangan ERJI di angka 46,3%.

Holilah menjelaskan survei dilakukan pada 2-12 November 2020, atau sebelum debat publik pasangan calon digelar di televisi. Dengan melibatkan 350 koresponden serta tingkat kepercayaan 95%. “Menggunakan metode multistage random sampling,” tuturnya.

Mayoritas koresponden yang terpilih disebutkan memeluk agama Islam sebesar 96,5 persen. Sementara afiliasi organisasi keagamaan masyarakat adalah NU dengan sebesar 59,4 persen. Dalam survei kali ini Holilah juga menjelaskan pertimbangan memilih kandidat mayoritas di Kota Surabaya tergolong rasional dan bukan emosional.

“Hal ini dibuktikan dengan tingginya preferensi pada program dan visi-misi (29,4%), kemampuan memimpin (23,7%), pengalaman (10,1%), dan hanya sebagian kecil yang kecenderungan sosiologis misalnya faktor agama (7,7%),” urainya.

Holilah juga menambahkan bahwa sangat besar harapan masyarakat pada pemimpin selanjutnya atau pengganti dari Tri Rismaharini mampu mengentas masalah pengangguran di Surabaya.

“Tiga urutan permasalahan utama yang perlu diselesaikan oleh pemimpin Kota Surabaya mendatang menurut responden adalah masalah pengangguran (27,9%), masalah jaminan kesehatan (20,4%), dan pelayanan jaminan pendidikan (15,8%),” imbuh perempuan berjilbab ini. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *