PILWALI SURABAYA 2020 : Di dorong aktivis PRRT 1998 dan Suara Grass root PDI-P Surabaya, NING LIA ambil Formulir Calon Wakil Walikota.

 9 views

 

SURABAYA – Potret Jatim Daily
Kamis (12/9/2019) | 04.45 WIB

Rabu (11/9/2019) sore, Bertempat di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Jawa Timur, Jalan Kendangsari Surabaya, Lia Istifhama, keponakan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa itu, datang untuk mengambil formulir pendaftaran Calon Wakil Walikota Surabaya 2020 melalui PDI Perjuangan.

Kehadiran Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, langsung diterima oleh Wakabid Kaderisasi dan Ideologi, DPD PDI Perjuangan Jatim, Daniel Rohi dan Wakabid Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono.

Pantauan potretjatimdaily.com, Ada yang istimewa dalam kesempatan kali ini, yaitu saat Ning Lia, terlihat bersama dengan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan Jatim, yang juga Calon Walikota Surabaya 2020, Whisnu Sakti Buana.

Moment ini, seakan semakin menambah panjang saja, daftar bukti keakraban Ning Lia, dengan Para Tokoh partai besutan megawati soekarno Putri,

Setelah sebelumnya, Dosen yang juga, Koordinator Relawan Khofifah-Emil ini, bertemu dengan mantan Walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono, saat Pembekalan Wisuda ke-119 Program Diploma, Sarjana, Magister dan Dokter Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG) Surabaya, Sabtu (7/9/2019) Siang.

Ditanya alasan mengapa menggunakan kendaraan politik berlogo banteng moncong putih tersebut,

Ning Lia, menjelaskan, “Ada sedikitnya tiga alasan yang mendasari (maju lewat PDI Perjuangan)”.

“Pertama, karena PDI Perjuangan adalah partai besar, dan yang paling solid, Dengan raihan 15 Kursi hasil pemilu 2019 itu, cukup sebagai bukti (PDI Perjuangan) adalah partai yang solid dan memiliki kaitan sejarah dengan berdiri Kota Surabaya” tegas Ning Lia.

“PDI Perjuangan adalah partai yang mampu meraih suara signifikan dan telah memiliki banyak kader internal yang sangat mumpuni dan itu harus di apresiasi,’’ ungkapnya.

Lanjut Ning Lia, “Alasan yang kedua, Karena dorongan dari relawan dengan background mantan aktivis Pergerakan Rakyat Untuk Reformasi Total (PRRT) 1998 Kota Surabaya, yang saat itu, di ketuai oleh mas Bambang (Bambang DH)” ujar Cawawali Perempuan, Penggagas Program Nawatirta ini,

“Berkat Mereka (Aktivis PRRT 1998) lah, saya kemarin di undang dan diterima dengan baik oleh warga di wilayah RW.3 Tambak Segaran-Simokerto, RW.6 Karanggayam-Tambaksari, RW.2 Kedung Cowek-Bulak, dan RW.9 Kandangan serta wilayah RW.1 Sememi-Benowo Surabaya” tambah Ning Lia.

Masih menurut Ning Lia, “Mereka punya sumbangsih ide yang cukup bagus dalam membaca konstelasi politik di kota surabaya, dan punya basis massa grass root yang masih loyal” ungkap Aktivis Klinik Bantuan Hukum, Binna Annisa Surabaya ini lugas.

Pengurus Fatayat Nahdlatul Ulama’ (NU) Jatim ini, menambahkan, “Alasan terakhir, mempererat silaturahmi yang sudah terbangun (dengan PDI Perjuangan) dan bersama-sama mencoba mewujudkan pasangan ideal (pilwali 2020), dengan komposisi Nasionalis-Religius, dengan tetap mempertahankan Eksistensi “pemimpin bergender Perempuan”, yang sudah susah payah di rintis oleh bu Risma, sejak (Pilwali Surabaya 2010) yang lalu”.

Harapan Ning Lia, “Agar terwujud Surabaya kedepan, menjadi Kota yang Aman, Damai, Sehat dan Tentram (ADEM)” pungkas semifinalis Ning Suroboyo Tahun 2005 ini. ( AND )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *