oleh

PILWALI SURABAYA 2020 : Hadir di Acara PPP, Ning Lia Bangun Seduluran

-All Post-736 views

 

-Foto : Lia Istifhama dan Aisyah bersama peserta konsolidasi DPW PPP Jatim-

MALANG – POTRETJATIMDAILY
JUM’AT (04/10/2019) | 23.05 WIB

Salah satu tagline dalam nawa Tirta, yaitu “seduluran”, terus digaungkan oleh salah satu kandidat yang diprediksi bakal meramaikan calon pemimpin balai kota Surabaya 2020 mendatang.

Pilwali Surabaya tentu tak luput dari pemberitaan karena pasca incumbent Tri Rismaharini menyelesaikan dua periodenya, publik tentu menerka siapa penggantinya, baik di posisi walikota maupun wakil walikota.

Lia Istifhama menepati janjinya untuk terus menjalin silaturahmi dengan beberapa partai politik. Lia memang bukan orang baru di lingkungan PPP mengingat ayahnya, KH. Masjkur Hasjim adalah dedengkot PPP.

Namun dosen sekaligus aktivis tersebut tidak mengikuti pencalegan PPP pada 2019,

“Saya rasa lebih penting menjalin hubungan baik dengan semua relawan pilgub (Khofifah Emil) yang mana banyak relawan maju dalam pileg kemarin dari banyak partai yang berbeda”, ulasnya.

“Saya tidak mau kalau kemudian harus berkompetisi dengan mereka dalam dapil tertentu”, ujar Lia pada satu kesempatan.

Kembali pada topik seduluran, Lia tidak mau gamblang menyebutkan partai mana saja yang sudah ia jalin silaturahmi. Alih-alih disebut gencar mendekati partai, Lia menegaskan bahwa dari awal ia ingin membangun silaturahmi.

“Alhamdulillah, silaturahmi dengan beberapa kawan lintas partai sudah terjalin meski tentunya belum optimal. Setidaknya sudah dan terus terjalin. Maaf ya, saya tidak dekati orang karena urusan klaim dukungan, lho. Karena saya setiap berkomunikasi, saya harap adalah silaturahmi seduluran”, katanya.

Menurut Lia, “(Jadi) Yang sebelumnya sudah kenal, semakin baik hubungan. Yang sebelumnya cukup tahu nama, jadi kenal. Dinilai positif lah. Gak usah gopoh minta restu dukungan kepada para tokoh partai.

“Kenapa saya tekankan begitu? Karena setiap partai memiliki kader mumpuni. Punya kader hebat”, lanjut Lia.

Lia mengingatkan, “Jadi tidak perlu cepet menilai yang di luar partai bisa serta merta diterima oleh kader internal suatu partai. Tapi kalau hubungan niat silaturahmi, maka bisa luwes tanpa beban”, ujar perempuan 35 tahun tersebut dengan tersenyum.

Disinggung soal Demokrat yang dikabarkan melirik kader NU, Lia merespon positif.
“Demokrat partai besar”, tegasnya.

“Dan ketika partai besar juga mengapresiasi secara positif kemunculan kader-kader NU, maka hal ini harus kita nilai positif juga”, tambah Lia.

“Saya sendiri pernah bertemu dengan pak Mahmud, namun tidak ada pembicaraan klaim dukungan yah. Saat itu beliau banyak bercerita soal kampanye Pilgub (Khofifah Emil)”, jelasnya.

“Saya salut dengan cara beliau memaparkan kampanye Pilgub kemarin dan saya juga senang, ketika orang-orang hebat yang turut membantu kampanye Pilgub kemudian berhasil menjadi anggota dewan”, tutup Lia ditemui awak media potretjatimdaily.com, di sela-sela acara konsolidasi DPW PPP Jatim, Ijen Suites Hotel, Malang, Jum’at (04/10/2019) malam.

Sedangkan Aisyah Dwi, salah satu staf di kantor DPW PPP Jatim, mengaku kaget ketika Lia Istifhama dipanggil dengan sebutan ‘bu wali’ oleh rekan-rekan PPP.

“Saya kaget karena orang kalau manggil ‘bu wali’ pada mbak Lia. Tapi mbak Lia ya begitu orangnya. Tidak kelihatan sombong sama sekali. Senyum dan selalu bilang makasih kalau disebut ‘bu wali’. Mbak Lia ternyata tidak berubah”, ceritanya.

Aisyah menambahkan, “Meski masuk bursa Pilwali Surabaya, tetap saja suka menyapa, tidak harus disapa duluan. Orangnya memang grapyak”,

“Selama di WPP, saya tahunya mbak Lia ini telaten dan sabar dalam komunikasi dengan orang lain. Tidak pernah nesu (marah)”, pungkas Aisyah. (ARF)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed