PILWALI SURABAYA 2020 : Launching Nawatirta, FIB : Ini bukti, Ning Lia itu satu-satunya Bacawali Surabaya dengan Program yang Jelas

 20 views

 

SURABAYA – Potret Jatim Daily
Rabu (11/9/2019) | 16.30 WIB

Forum Indonesia Bersatu (FIB), menggelar acara pelantikan kepengurusan DPC FIB Kota Surabaya sekaligus Deklarasi Bhineka Tunggal ika. Bertempat di atrium Ciputra World, Jl. Mayjend Sungkono Kav. 89 Surabaya, Senin (9/9/2019) malam,

Hadir pula dalam kesempatan ini, tokoh-tokoh muda surabaya, yang nama-nama mereka sudah menghiasi berbagai hasil polling sebagai calon walikota surabaya 2020, sebut saja, politisi muda PSI, Daniel Gunawan dan Firman Syah Ali, Keponakan dari Mahfud. MD.

Ketua Umum FIB, anthony bachtiar, mengatakan, “Ning Lia, itu satu-satunya bacawali yang punya program yang jelas, makanya saya akan instruksikan kepada seluruh jajaran pengurus maupun anggota FIB untuk mendukung dan menangkan Ning Lia”.

“Termasuk yang punya tempat (Ciputra World Plaza Surabaya) ini adalah salah satu pengurus FIB juga” pungkas Anthony Bachtiar.

“Acara ini mengambil thema serba sembilan ini, yaitu tepat di Jam 9, Tanggal 9, bulan 9, Tahun 2019. dan ini sesuai dengan Program Nawatirta yang nanti akan di launching” ujar Addy Wahab, Ketua Panitia, kepada potretjatimdaily.com,

Addy Wahab, menambahkan, “Launching Program (Nawatirta) yang selaras dengan Program Nawa Bhakti Satya nya pemprov Jatim, adalah bukti bahwa Ning Lia, punya kapasitas, bukan hanya aji mumpung pakai nama (Gubernur Jatim) Khofifah, seperti selama ini dituduhkan”.

“Sekaligus (Deklarasi FIB) adalah bukti keseriusan kita para relawan Khofifah-Emil Surabaya, dalam mendukung dan memenangkan Ning Lia sebagai walikota surabaya” pungkasnya.

Ning Lia -sapaan- Lia Istifhama, dalam sambutannya, menyampaikan, “Terima kasih kepada para sahabat semua, terutama kepada mas daniel gunawan dan mas Firman Ali” ujarnya.

“Kita telah buktikan, bahwa generasi muda surabaya, bisa bersatu di tengah perbedaan dan keberagaman, dalam bingkai besar NKRI” tambah keponakan gubernur jatim, khofifah ini.

Ditanya terkait Launching Program Nawatirta, Pengurus Fatayat NU Jatim ini, menjelaskan, “Nawatirta, terinspirasi dari Program Nawa Cita-nya pak Jokowi dan Program Nawa Bhakti Satya-nya bu khofifah” jelasnya.

Ning Lia melanjutkan, “Ini (Program Nawatirta) sangatlah penting di wujudkan, karena Kota Surabaya adalah Ibu Kota-nya Jawa Timur, dan di bawah kepemimpinan pak jokowi”.

“Biar terbangun sinergitas dan harmonisasi program dengan Pemprov Jawa Timur dan Kabinet Indonesia Maju-nya pak Jokowi”, sehingga akan terwujud Kota Surabaya yang Aman, Damai, sehat dan Aman (ADEM)” Ujar Koordinator relawan Khofifah-Emil Surabaya ini.

Berbicara tentang prinsip dasar Nawatirta, Ketua III STAI Taruna Surabaya ini, mengatakan, “Ada dua prinsip dasar, yang pertama, Pikirkan generasi tua, karena mereka penyokong kehidupan generasi muda, dan semua yang muda akan tua pada saatnya”.

“Prinsip yang kedua, Memperbaiki yang ada & memaksimalkan pemanfaatan nya, sebelum mewujudkan yang belum ada” urai Ning Lia.

Disinggung apa dasar filosofi dari angka sembilan (Nawa), Alumni UNAIR dan UINSA ini, mengatakan, “Dalam bilangan bahasa sangsekerta, Nawa berarti sembilan, yang merupakan angka tertinggi”.

Ning Lia menambahkan, “Selain sembilan itu adalah wali songo, juga dari sembilan, jika tidak bisa selesai dalam angka tersebut, kembali ke angka 1, 2 dan seterusnya”.

Sementara itu, Politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Daniel Gunawan, mengatakan, “Secara pribadi, saya sangat mendukung (pencalonan) Ning Lia, dan sudah terbangun kok, komunikasi pribadi dengan PSI dengan Ning Lia” ujarnya.

“Beliau ini (Ning Lia), tokoh muda yang cerdas, bisa diterima semua kalangan, punya banyak relawan yang loyal dan juga Arek asli wonocolo surabaya, yang cinta surabaya, sampai-sampai program kerja nya nanti, pakai bahasa suroboyoan” tambah Daniel Gunawan.

Senada dengan Daniel Gunawan, mantan aktivis PMII, mengatakan, “saya dengan ning lia ini, sama-sama berangkat dari aktivis pergerakan, yaitu Pergerakan Mahasiswa Muda Indonesia (PMII)” tegasnya.

“Dan nanti (saat pilwali 2020), kalau Ning Lia dapat tiket untuk maju, saya akan dukung sepenuhnya” Tutup pria yang selalu mengenakan peci hitam yang Pegawai Di Pemprov Jawa Timur ini lugas.

Seperti di beritakan sebelumnya, sembilan Program Nawatirta itu, antara lain : WANI REMBUKAN (Wujudkan reduksi kriminalisme melalui kredibilitas hukum & menjaga keamanan), MBECAK (Mengurangi Beban Kemacetan dan budaya aman berkendara), SEMANGGI (emangat membangun kota religi) SEDULURAN (Jaga sejarah & Budaya leluhur suroboyoan).

Kelima, RINGKES (Birokrasi yang berakses kemudahan & anti korupsi), WARAS (Mewujudkan strategi penanganan banjir & permasalahan kesehatan), AKAS (Pembangunan Infrastruktur yang merata & seimbang).

Kedelapan, GRAPYAK (Gerakan Ekonomi Produktif masyarakat), dan terakhir adalah SINAU (Akses pendidikan merata untuk semua). ( AND )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *