Pilwali Surabaya 2020 : Lia Istifhama Dulang Dukungan Para Kiai

 79 views

Ketua Tim pemenangan Lia Istifhama, Yusub Hidayat, saat Sowan di kediaman Pengasuh Ponpes At-Tauhid Sidosermo Surabaya, KH. Mas Mansyur.

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (19/03/2020) | PUKUL 11.35 WIB

Lia Isthifama kembali mendapatkan doa dan dukungan dari para ulama untuk bersaing di Pilwali Surabaya 2020.

Kali ini dukungan mengalir dari dua tokoh di Surabaya. Pengasuh Pondok Pesantren At Tauhid Sidosermo KH Mas Mansyur dan Pengasuh Pondok Pesantren Darus Sa’adah KH Abduttawab. Dukungan ini makin memuluskan langkahnya untuk melanjutkan ikhtiar politik di Pilwali Surabaya 2020.

Ketua Tim Pemenangan Lia Istifhama mengungkapkan kedatangan tim ke tempat KH Mas Mansyur di Sidosermo.

Dalam pertemuan tersebut, KH Mas Mansyur mengatakan jika Pilwali Kota Surabaya tidak bisa disamakan dengan kota yang lain. Siapapun figur ketua harus mempunyai kekuatan historis dan kekuatan batin yang mumpuni. Sebab Kota Surabaya merupakan kota metropolis dengan nilai-nilai religius yang luar biasa.

“Sebut saja ada Sunan Ampel, Mbah Bungkul dan deretan para wali. Hampir kalau telisik makam-makam Waliyullah di Surabaya inilah yang menjaga Surabaya,” terang Yusub, Kamis (19/3/2020).

Maka, KH Mas Mansyur menyarankan Lia Isthifama membangun tangga religiusitas kekuatan batiniah itu dengan mengoptimalkan asisten dalang.

“Karena dalang itu Allah SWT. Asisten dalang ini adalah para habbaik, para ulama, untuk bersama-sama bergerak di Kota Surabaya,” sambung Yusub.

Terkait persoalan dukungan, bagi KH Mas Mansyur adalah bagaimana orang bisa memaknai Surabaya menjadi kota yang religi. Kota religi tersebut bukan berarti harus memakai gamis dan sebagainya. Akan tetapi mampu menjaga tempat-tempat sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari perjuangan ulama.

Sebab Kota Surabaya menjadi bagian dari cikal bakal Nahdlatul Ulama. Termasuk kelahiran resolusi jihad. Karena itu, tidak ada alasan jika santri tidak ikut bertarung di Pilwali.

“Itu pernyataan KH Mas Mansyur pada saya. Maka saya katakan bahwa memang di Surabaya ini figur santri itu menjadi pembina untuk bisa menjadi kekuatan politik,” papar Yusub menegaskan.

Menurut Yusub, KH Mas Mansyur menyimpulkan bahwa kekuatan santri tidak bisa ditinggalkan. Pun kekuatan Nahdlatul Ulama itu tidak bisa dibiarkan. Artinya masing-masing umat Islam yang ada di Surabaya bisa menjadi satu penentu. Karena Surabaya ini adalah kota metropolis yang punya unsur religi yang mendalam.

“Ada makam-makam Waliyullah yang menjaga Kota Surabaya. Selain kita pakai ilmu pengetahuan,” tandasnya.

Ketua Tim pemenangan Lia Istifhama, Yusub Hidayat, saat Sowan di kediaman Ketua Forum Kiai Kampung Nusantara, KH. Abduttawab

Sedangkan dalam kunjungan kepada KH Abduttawab, Yusub mengatakan bahwa Ketua Forum Kiai Kampung Nusantara tersebut siap melakukan sinergi dan sosialisasi kekuatan dalam rangka mengenalkan sosok Ning Lia yang tidak lain adalah kader NU.

KH Abduttawab berharap Lia Isthifama tetap istiqomah untuk bisa bersaing di Pilwali Surabaya 2020.

Sama halnya dengan pernyataan KH Mas Mansyur bahwa Lia melakukan perjuangan politik ini harus penuh keikhlasan dan penuh ketekunan.

“Ini adalah sebuah proses yang menentukan. KH Abduttawab selaku pribadi Pengasuh Ponpes Darus Sa’adah mendoakan mudah-mudahan Ning Lia bisa ikut running di Pilwali Surabaya 2020,” pungkas Ketua Tim Pemenangan Lia Istifhama, Yusub Hidayat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *