Pilwali Surabaya, Ning Lia Ambil Tagline Surabaya Gebyar : Gerakan Anti Ambyar

 24 views

M. Ali, warga pandigiling Surabaya saat pemasangan banner Ning Lia, Energi anyar Surabaya Gebyar

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (14/03/2020) | PUKUL 12.46 WIB

Jelang penentuan rekom pasangan yang berhak maju dalam Pilwali Surabaya yang dihelat sebagai Pilkada Serentak September 2020, pasti setiap kandidat harus memiliki strategi jitu untuk meraih rekom tersebut. Hal ini pun diakui Lia Istifhama yang pada 2019 lalu viral dengan sebutan Ning ceria sehingga kemudian mewarnai bursa calon suksesor Tri Rismaharini.

“Saya dari awal berpikir proses ini berjalan secara alamiah sekali. Tidak ada benak saya untuk harus ambisi meraih sebuah jabatan di pemerintahan. Tapi mungkin ini sudah anugerah Allah SWT, saya dipertemukan dengan begitu banyak relawan yang sangat ikhlas. Yah tentu harus disyukuri, kan. Cara bersyukur yah harus tetap mlaku aja. Harus ada cara jitu memang. Karena saya kan berprosesnya memang ala bonek”, ujar dosen dan aktivis ini dengan santai. Lia juga tidak menampik bannernya yang bertebaran di bulan Maret ini.

“Alhamdulillah, relawan luar biasa sumbangsihnya. Sampai banyak yang pesan sendiri, pasang sendiri. Kalau dari saya, memang menyarankan agar kalau pesen media sosialisasi, tidak melupakan slogan energi anyar kanggo Surabaya tambah gebyar”, ujarnya. Ditanya perihal peluangnya meraih rekom, arek asli Wonocolo ini tetap terlihat optimis ketika diwawancarai selepas acara peluncuran buku Gus Solah (13/03/2020) lalu.

“Saya cuma berprinsip, bahwa Allah SWT sayang banget dengan hambanya. Yah kita kan cuma ikhtiar, yang penting enjoy gak beban dan menilai semua yang dijalani adalah hal positif. Harus bisa jadi figur yang bisa diterima banyak orang alias grapyak. Jangan kitanya yang ingin dikenal saja, tapi kita sendiri bagaimana sebagai figur yang membuat orang ingin kenal. Insya Allah, tidak ada yang sia-sia. Kalau sudah kun fayakun, pasti ada ajalah jalannya. Ditunggu saja, yang penting kan Gebyar. Gebyar itu artinya simpel, Gerakan anti ambyar. Jadi saya ini kalau sedang proses, mikirnya pokoe ojok ambyar. Kudu kuat akarnya dan pasti arahnya”, pungkas kader millenial NU yang digadang-gadang sebagai pendamping Machfud Arifin ataupun Wisnu Sakti Buana.

Secara terpisah, salah satu relawan, M. Ali, warga Pandegiling. mengungkapkan alasannya mendukung putri KH Masykur Hasyim itu.

“Saya dengar sendiri, ternyata banyak warga yang suka dengan Ning Lia Ini. Ibu-ibu disini bilang, figur perempuan ber-akhlak itu yah lia Istifhama, orangnya sederhana, dekat sekali dengan masyarakat kecil, tak kenal lelah, selalu ada kreasi-kreasi baru. Saya sih yakin pol, pasti Ning Lia ini disukai kaum milenial, apalagi kaum emak-emak. Wong memang orangnya ramah, punya sopan santun. Harus diakui, kemengan pilgub kemaren tak lepas dari kegigihan ning lia. Banyak relawan yang diladenin Ning Lia. Orangnya gak sombong dan ngerekenan. Satu lagi, pokoe pesen emak-emak disini, Ning Lia kudu tetap sama kalau jadi nanti, jangan sampek misuhan. Saiki akeh sing latah, gampang misuh ben dikiro khas Suroboyo. Padahal yoh gak kudu ngonoh”, pungkas bapak dua anak yang juga driver online tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *