Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul Pacitan

 75 views

Presiden Jokowi bersama Gubernur Khofifah saat meresmikan Bendungan Tukul, Desa Karanggede, Kec. Arjosari, Kab. Pacitan, Minggu (14/02/2021)

KAB.PACITAN – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (14/02/2021) | PUKUL 15.09 WIB

INFRASTRUKTUR | Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan salah satu bendungan yang menjadi proyek strategis nasional di Jawa Timur yaitu Bendungan Tukul, Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Minggu (14/02/2021).

Peresmian ini merupakan bentuk konsistensi Jokowi memberikan perhatian terhadap proyek strategis nasional yang dicanangkannya. Salah satunya adalah pembangunan bendungan di seluruh pelosok Indonesia.

Saat meresmikan Bendungan Tukul, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Mensekneg Pratikno, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Pacitan Indartato.

Presiden Joko Widodo menuturkan, Bendungan Tukul menjadi salah satu dari 65 bendungan yang telah dimulai pembangunannya sejak enam tahun lalu. Beberapa diantaranya sudah diresmikan. Salah satunya Bendungan Nipah di Jatim.

Bendungan Tukul, ungkap Jokowi memiliki peran penting, khususnya untuk pengendalian banjir, mengairi sawah irigasi dan penyediaan air baku. Dengan kapasitas 300 liter per detik, Bendungan Tukul memiliki kapasitas tampung 8,7 juta meter kubik air.

“Bendungan Tukul bisa meningkatkan indeks pertanaman dari 1 kali tanam padi dan tanam palawija dalam setahun, menjadi 2 kali tanam padi dan tanam palawija. Dengan kondisi seperti ini Bendungan Tukul menjadi salah satu infrastruktur penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan air,” jelas Jokowi dalam rilis yang diterima media ini.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyebut, Bendungan Tukul akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat Pacitan. Salah satunya bisa menjadi sentra pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dan keberadaannya memberikan manfaat bagi lahan pertanian.

“Setidaknya 600 hektar saluran irigasi bisa teraliri air setiap saat, khususnya di wilayah Kec. Arjosari dan Kec. Pacitan,” ujarnya.

Mantan Mensos RI tersebut mengungkapkan, Bendungan tukul, juga bisa mensuplai air baku sebesar 300 liter perdetik. Tentunya dengan daya seperti ini, bisa menjadi salah satu potensi energi.

“Bendungan Tukul juga bisa menjadi tempat wisata dan lahan konservasi. Sehingga bisa turut meningkatkan tarap ekonomi masyarakat,” jelasnya.

JASA APLIKASI DAN KONTRUKSI BANGUNAN
selengkapnya…….

Bendungan Tukul sendiri pembangunannya sudah dimulai sejak 2015 sampai 2020. Bendungan ini menelan biaya APBN murni sebesar Rp. 934,8 miliar.

“Bendungan Tukul menjadi salah satu dari enam bendungan di Jatim yang menjadi proyek strategis nasional yang dicanangkan pemerintah,” imbuh Khofifah.

Keberadaan Bendungan Tukul, lanjut Gubernur Khofifah, tentunya akan mendukung upaya Jatim untuk terus menjadi provinsi yang secara konsisten berkontribusi tinggi di bidang pertanian secara nasional. Berdasarkan data BPS pada 2020, produksi padi di Jatim menjadi yang tertinggi di Indonesia. Yakni dengan kontribusi terhadap nasional sebesar 18,17 persen secara nasional. Produksi gabah kering giling Jatim sebesar 10,02 juta ton atau setara dengan 5,65 juta ton beras.

Kemudian, produksi jagung Jatim tertinggi di tingkat nasional yaitu sebanyak 6,6 juta ton. Dengan kontribusi terhadap nasional sebanyak 21,8 persen.

“Hal yang tidak kalah membanggakan adalah disaat nilai tukar petani (NTP) di daerah lain mengalami kontraksi, di Jatim tidak terjadi. NTP Jatim masih tumbuh sebesar 0,26 persen,” tuturnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *