Program KOPILABORASI, Ngopi dan Kolaborasi Serap Aspirasi

 28 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (19/03/2021) | PUKUL 14.54 WIB

Program KOPILABORASI (Ngopi dan Kolaborasi serap aspirasi) bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur adalah sarana interaksi antara Pemerintah provinsi (Pemprov) Jatim dengan warga secara terbuka.

Kopilaborasi adalah perwujudan perpaduan berseiringan dua program Nawa Bhakti Satya, yaitu program ‘JATIM Amanah dan JATIM Harmoni’.

Kopilaborasi tentu identik dengan Jawa Timur sebagai Penghasil Kopi.

Program ini, akan menjalin kerjasama dengan komunitas-komnitas Kopi untuk menyuguhkan kopi lokal khas Jawa Timur.

Masyarakat diajak untuk belajar bagaimana proses penganggaran, membuat usulan kegiatan dan melaporkan masalah sesuai dengan kewenangannya.

Aktivitas ini, akan digelar satu bulan sekali, di lokasi-lokasi outdoor, seperti halaman Grahadi, halaman balai desa/kecamatan, taman budaya, tempat wisata, museum, pondok pesantren, dan sebagainya.

Dengan, menghadirkan peserta yang berasal dari komunitas, stakeholder, petani, sopir, dan lainnya.

Dan, tema yang diusung beragam tentunya disesuaikan (tematik) dengan peserta Kopilaborasi.

Sebagaimana diketahui, kerap ada gap lebar antara pemerintah dengan masyarakat.

Aspirasi masyarakat kerap terbelit proses birokrasi. Wargapun enggan mengadu.

Repotnya, bila ‘terdesak’ untuk menyampaikan aspirasi terkadang ditempuh dengan demo yang beresiko.

Dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah mestinya dapat menjembatani dan memperbaiki komunikasi Pemerintah dan warga.

Pemda diberi kekuasaan untuk mengelola daerahnya.

Warga dapat menyampaikan aspirasinya ke pemda dengan lebih mudah.

Pemda bisa meneruskan aspirasi tersebut ke Pemerintah pusat, bila perlu.

UU Pemda tersebut memberikan kewajiban bagi pemerintah untuk menyediakan ruang pengaduan bagi warga. Provinsi Jawa Timur mengimplementasi UU tersebut dengan dua cara, formal dan informal.

Kopilaborasi bersama Gubernur dan Wakil Gubernur adalah cara informal untuk mendengar aspirasi warga.

Setidaknya ada tiga harapan dalam Kopilaborasi.

Pertama, warga Jawa Timur dapat menyampaikan masalahnya ke Gubernur dan Wakil Gubernur untuk kemudian dicarikan solusi bersama-sama, pendek kata Kopilaborasi Merupakan program kecil yang memiliki efek positif dan bagian dari ‘Complain Handling System’.

Kedua, melalui Kopilabolari keluhan atau pertanyaan warga dapat terselesaikan serta mengeliminasi persoalan.

Ketiga, Kopilaborasi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat Jawa Timur. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *