Program TANTISTAS ( Layanan Kesehatan Gratis dan Berkualitas )

 19 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (19/03/2021) | PUKUL 17.42 WIB

Program Tantistas ( Layanan Kesehatan Gratis dan Berkualitas ) adalah implementasi dari salah satu Program Nawa Bhakti Satya, yaitu JATIM Sehat.

TANTISTAS merupakan program yang disiapkan untuk mengakselerasi pelayanan kesehatan masyarakat Jawa Timur yang terdiri tiga Sub Program, yaitu Santri Jatim Sehat dan Berkah ( SAJADAH ), Bunda Anak Impian ( BUAIAN ), dan Konseling dari Pintu ke Pintu ( KOPIPU ).

1. SAJADAH ( Santri Jatim Sehat dan Berkah )

Kegiatan Pendampingan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) untuk meningkatkan kualitas Poskestren dan penerapan PHBS oleh warga pondok pesantren dan sekitarnya.

Kegiatan pendampingan Poskestren dilakukan oleh seorang kader mitra yang ditunjuk Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan ditetapkan dengan suatu surat keputusan Kepala Dinas Kesehatan.

Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Poskestren dan pembudayaan PHBS dengan cara memantau penyelenggaraan, membina, memonitor dan mengevaluasi kegiatan pelaksanaan Poskestren.

Proses pendampingan dilaksanakan selama 10 bulan pada 10 Poskestren di 38 Kabupaten/Kota Se-Jatim.

Kegiatan pendampingan berupa :

a. Sosialisasi pendampingan Poskestren ;
b. Pendampingan Poskestren oleh Mitra ; dan
c. Evaluasi pendampingan Poskestren oleh Ormas di Kabupaten/Kota.

2. BUAIAN ( Bunda Anak Impian )

Program BUAIAN merupakan program yang memiliki kepedulian kesehatan dan keselamatan dari ibu dan bayi.

BUAIAN terdiri dari:

Pertama, aktivitas creative health campaign untuk menyebarluaskan informasi ke masyarakat luas terkait resiko kematian ibu dan bayi.

Program ini bertujuan untuk menekan Angka Kematian Ibu ( AKI ) dan Angka Kematian Bayi ( AKB).

Kedua, pengembangan aplikasi konsultasi untuk ibu hamil dan pasca kehamilan.

Aplikasi ini menjadi media komunikasi dua arah, antara ibu dengan konsultan kesehatan.

3. KOPIPU ( Konseling dari Pintu ke Pintu )

Aktivitasnya berupa kunjungan
langsung kerumah warga yang
memiliki risiko terhadap kesakitan dan kematian serta masalah kesehatan.

Kegiatan kunjungan konseling
dilakukan oleh tim yang terdiri dari
bidan dan perawat Ponkesdes, serta
dibantu oleh mitra (Ormas). (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *