Ratusan Warga Kecamatan Menganti ‘Disinyalir’ Jadi Korban Penipuan Rekanan PDAM Giri Tirta Gresik

 58 views

Petugas saat melakukan pengecekan fisik proyek pipanisasi PDAM Gresik di perumahan Greenland Menganti

KAB.GRESIK – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (13/03/2021) | PUKUL 21.09 WIB

DAERAH | Membawa semangat Program Nawa Karsa yang diusung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani rupanya bisa memberikan solusi bagi masyarakat dari empat desa di Kecamatan Menganti atas rumitnya biaya pemasangan pipa PDAM di wilayah tersebut.

Terdengar ratusan warga yang menjadi korban oknum rekanan PDAM, Dengan dalih dijanjikan mendapatkan subsidi biaya pembayaran penyaluran air Rp 1,7 juta, yang belakangan ternyata hanya harapan hampa.

Berkedok, memberikan potongan biaya pemasangan, seorang oknum rekanan dari PDAM Giri Tirta Gresik, berhasil meraup ratusan juta rupiah.

Berawal, dari belum terpenuhinya kebutuhan air bersih, di 4 desa di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, yaitu Desa Gempolkurung, Hulaan, Pranti, dan Desa Laban.

Dengan melibatkan, Pemerintahan Desa (Kades), dalam kepanitiannya, program itu, serentak dipromosikan.

Ibarat, ‘Air hujan di musim kemarau’, promo peringatan di Hari Jadi PDAM Giri Surya Gresik 2020 itu, diapresiasi oleh ratusan orang calon konsumen.

Pasalnya, dari jumlah total biaya pemasangan Sambungan Rumah (SR) baru, yaitu sebesar 2.750.000,- itu, mereka dibebani 1.000.000,- saja.

Artinya, ada sebesar 1.750.000,- sisa biaya akan disubsidi oleh Pemda.

Sejak disosialisasikan pada bulan Oktober 2020 dan November 2020.

Ada sebanyak 800 orang, jadi Korban tindak pidana aksi penipuan tersebut.

Kini, Kades dan Panitia Program bersubsidi itu, jadi luapan ‘amarah’ warga yang merasa telah dirugikan.

Menurut mereka, uang itu, telah dibelanjakan untuk pengadaan pipa yang tertanam didalam tanah.

Bicara mewakili pihak panitia PDAM Mandiri desa, Kades Hulaan Kecamatan Menganti, Hamdani Widianto, merasa keberatan apabila ditutut untuk mengembalikan seluruh uang yang disetorkan masyarakat.

Lebih lanjut, Dirinya menambahkan, Pemerintah Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ingin memberikan pelayanan kepada warga agar mendapat layanan air bersih.

Hamdani, membenarkan adanya janji dari oknum tersebut saat proyek penanaman pipa di wilayahnya.

“Setelah air mengalir, uang bantuan Rp 1,750 juta tersebut belum juga cair, sehingga warga tetap menolak menambah biaya penyambungan air Rp 1,750 juta,” kata Hamdani yang warganya termakan janji oknum rekanan PDAM tersebut.

Namun pipa tersebut sudah terpasang. Dan dalam waktu dekat ini sudah tersalur ke rumah warga.

“Karena ini harus bertahap. Jadi saya berharap pada masyarakat harus sabar,” tutupnya.

Terpisah, dari 500 orang warga desa hulaan, ada yang mengundurkan diri, dan meminta uangnya dikembalikan.

Namun, mayoritas warga berharap promo program 1 juta, air mengalir ke rumah warga itu, terus dilanjutkan.

Selain itu, warga meminta proyek pipa induk yang sudah terpasang untuk diperiksa (diaudit) kembali.

Warga meminta agar dilakukan rapat terbuka bersama semua pihak, termasuk panitia PDAM Desa, PDAM Giri Tirta dan pihak-pihak terkait.

Seperti telah diberitakan sebelumnya,
Bertempat di ruang pertemuan Wakil Bupati Gresik, perwakilan korban promo program HUT PDAM, diterima Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani, Selasa, 9 Maret 2021, sekitar pukul 11.00 WIB.

Turut hadir pula pada pertemuan ini, Wagub Gresik, Aminatul Habibah, Kepala Inspektorat Gresik, Edy Hadisiswoyo, Dirut PDAM Giri Tirta Gresik, Siti Aminatus Zariyah, Kades Hulaan, Hamdani Widianto, Sekdes Hulaan, dan perwakilan Panitia PDAM Mandiri Desa hulaan Kecamatan Menganti, Gresik.

Berbicara soal Subsidi pemasangan saluran baru dari Pemkab Gresik.

Siti Aminatus Zariyah, S.E. Direktur Utama PDAM Giri Surya Gresik, membantah adanya dana subsidi saat promo HUT PDAM tersebut.

“Tidak ada dana subsidi, “ujar Risa, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Gresik Edy Hadisiswoyo, S.H, M.M, menyatakan bahwa hal ini dapat di kategorikan sebagai tindak pidana penipuan. Dan, sebanyak 800 orang warga di 4 desa hula’an di kecamatan Menganti Gresik itu sebagai korbannya.

“Disini ada indikasi tindak pidana penipuan, dengan sedikitnya 800 an orang konsumen yang menjadi korbannya, “tegas Edy.

Lebih lanjut Edy mengapresiasi kebijakan yang diambil oleh bupati gresik Fandi Ahmad Yani dalam menyelesaikan permasalahan.

“Alhamdulillah bupati itu sosok yang cerdas dan bijaksana. Beliau masih memberi kesempatan 1 – 2 minggu kedepan bagi Dirut PDAM, Kades dan Panitia untuk menyelesaikan masalah, ‘pungkas Edy.

Untuk diketahui, dalam forum rapat diskusi ini, meminta kepada Bupati Gresik, Kepala Inspektorat Gresik, dan Dirut PDAM Giri Tirta Gresik, untuk mencarikan solusi, minimal ada keringanan biaya pemasangan pipa baru bagi 800 orang warga di Kecamatan Menganti, Gresik. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *