oleh

Sahabat K1P Gresik Siap Kawal dan Dukung 100 hari Kerja Bupati Yani

Ketua Sahabat K1P Gresik bersama Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani

KAB.GRESIK – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (02/03/2021) | PUKUL 07.06 WIB

Oleh : M. Adzan Pradana
(Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Kabupaten Gresik)

Senin, 1 maret 2021, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani dan Wabup Gresik Aminatul Habibah, resmi memimpin.

Guna mewujudkan gresik baru yang mandiri, sejahtera, berdaya saing, dan berkemajuan serta berlandaskan akhlaqul karimah, duet bupati-wabup milenial itu, langsung tancap gas.

Di “100 hari kerja’ pertamanya dalam menjalankan roda pemerintahan di kota santri itu, Gus Yani-Bu Min, mencanangkan program Nawa Karsa.

Diantaranya, yaitu Gresik Akas, Gresik Seger, Gresik Mapan, Gresik Agropolitan, dan Gema Karya.

Lalu, Gresik Cerdas, Gresik Sehati, Gresik Barokah, dan Gresik Lestari.

Kesembilan program unggulan itu, akan dilaksanakan dalam 3 seasion.

Yakni, 33 hari pertama, akan dimulai 1 Maret hingga 2 April 2021, 33 hari kedua, di 3 April – 5 Mei 2021 nanti.

Dan, 33 hari ke-3, direalisasikan sejak 6 Mei hingga 7 April 2021 mendatang

Dan sebagai bagian dari masyarakat Gresik, Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Kabupaten Gresik, wajib mengawal, mendukung, dan ikut berperan aktif mewujudkannya.

sahabatK1Psurabaya

selengkapnya…..

Berikut ini, beberapa sub program dari Nawa (9) Karsa Gresik Baru :

(1). Nawa Karsa Gresik Akas Gresik Baru, berbenah menghadirkan tata kelola pemerintahan yang dinamis dan transparan menuju ‘Good and Clean Government’.

Dengan, melibatkan Setda, OPD, DPMD, Dispendukcapil, Dinas Kominfo, Bappeda, dan Kecamatan.

Melalui, Gresikpedia, Gresik Akas 112, Kick off Desa Siap, dan Layanan Langsung Adminduk (33 hari pertama), Penguatan Intermediery Kecamatan dalam Pelayanan Adminduk (33 hari kedua), dan ‘Poedak’ (33 hari ketiga).

(2). Nawa Karsa Gresik Seger Gresik Baru, hadir untuk mewujudkan pengentasan kemiskinan secara inklusif diberbagai dimensi kemiskinan mencakup layanan dasar, infrastruktur dasar, ketenagakerjaan, dan pangan.

Dalam hal ini, Setda bagian Kesra, Dinas Sosial, Dinas KBDPPPA, Dispendukcapil, Dinas PKP, dan Dinas Perhubungan, berkolaborasi dengan Baznas.

Melalui, Penyaluran Alat Bantu Disabilitas, dan Musrenbang Anak dan Perempuan Bunda Puspa (33 hari pertama), Lare Sedaya (33 hari kedua), Inisiasi Gresim Satya, Subsidi Angkutan Penyeberangan Bawean, dan Santunan Kehormatan Gresik Santri (33 hari ketiga).

(3). Nawa Karsa Gresik Mapan menghadirkan Pembangunan Gresik baru yang inklusif dan berkelanjutan menuju Gresik yang bebas banjir, Kota Santri 4.0 yang cerdas memanfaatkan teknologi informasi dan IoT, dan Kota ramah Keluarga yang layak huni untuk semua kalangan. Serta, komitmen baru untuk menghapus ketimpangan pembangunan didukung kemantaban infrastruktur yang merata dan konektivitas daerah terpadu.

Guna, Akselerasi Rehabilitasi Jalan dan Pengembangan Big Data Spasial Pembangunan Jalan, Gresik Terang, dan Penyeberangan Gratis Gili Noko (33 hari pertama). Dan, Inisiasi Sistem Transportasi Terpadu, Smart Branding Penataan Kawasan Koridor Jalan Basuki Rahmad, Taman Tematik, Pembangunan Sanitasi Berkelanjutan, dan Normalisasi Kali Lamong (33 hari ketiga).

Untuk itu, Gus Yani-Bu Min telah mendisposisinya kepada Dinas PUTR, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas PKP.

(4). Nawa Karsa “Gresik Agropolitan” merupakan perwujudan Gresik Baru yang berpihak kepada 111.203 petani dan 11.000 nelayan di Gresik.

Dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, dan Dinas Peternakan Kabupaten Gresik.

Dengan mewujudkan GO Tani, Toko Tani Center, Showbiz Inovasi Penyuluh Pertanian, Gerakan Pengendalian Hama Tikus dan Gebyar Pelayanan Kesehatan Hewan, dan Demonstrasi Transplanter (33 hari kedua).

Selanjutnya, ada Pemecahan Rekor Sentra Kawasan Tanaman hias, dan Revitalisasi Budidaya Tanaman Herbal (Biofarmaka), Gresik Rembug akur ‘Marketing Lounge Perikanan’, dan Fasilitasi Klaim Asuransi Nelayan dan Sertifikat Program Sehat Nelayan dan Pembudidaya (33 hari ketiga).

(5). Nawa Karsa Gema Karya guna mewujudkan Gresik yang mandiri dan berkarya, berlabuhnya investasi secara massif di Gresik untuk mendongkrak pemulihan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat didukung melalui inovasi ‘Koridor Investasi Gresik (KIG)’.

Beberapa OPD yang terlibat langsung melaksanakan ‘Gema Karya’, antara lain Setda, Dinas DPMPTSP, Dinas PMDes, Diskoperindag, Disnaker, Dan Diskominfo Kabupaten Gresik.

Dalam Gema Karya, ada 7 program, diantaranya, yaitu Grand Opening Koridor Investasi Gresik, Piloting Partnership Bumdes dan Sektor Privat, Fasilitasi Merk dan Sertifikasi Halal Usaha Mikro.

Berikutnya, Ketenagakerjaan mobile, Insentif Ketenagakerjaan, Inkubasi Bisnis Gresik Jagoan, dan E-Sport Tournament Gresik Komik.

(6). Nawa Karsa Gresik Cerdas Gresik Baru, berkomitmen mewujudkan pendidikan murah berkualitas untuk seluruh masyarakat Gresik.

Melalui, Beasiswa Gresik Cerdas, dan Peletakan Batu Pertama Unit Sekolah Baru SMP Negeri 33, di 33 hari ketiga.

Dengan, Setda, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, sebagai OPD Pelaksana

(7). Nawakarsa Gresik Sehati Gresik baru, mengawal pelayanan kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan utama.

Melalui realisasi sebanyak tujuh Sub Program oleh Dinas Kesehatan, Dispendukcapil, dan Dinas PUTR.

Pertama, Gerakan Donor Darah Konvalesen, Kedua, Optimalisasi Testing, Ketiga, Regulasi peningkatan Tunjangan Kinerja Dokter Spesialis di Bawean, dan Keempat, Lahir pulang bawa akta (Di 33 hari pertama).

Kelima, 1000 Vaksinator dan 100 Fasyankes Pelaksana Vaksinasi (Di 33 hari kedua).

Terakhir, Pada 33 hari ketiga, Keenam, Peningkatan kader posyandu dan Inisiasi Universal Health Ceoverage, Dan Ketujuh, Penentuan Lokasi Rumah Sakit Gresik Selatan.

(8). Nawa Karsa Gresik Barokah Gresik Baru, melalui Safari Rembug Akur pertemuan Pemerintah Daerah,
Pelaku Usaha, Santri dan Para Ulama, digelar oleh Setda, di 33 hari kedua.

(9). Nawa Karsa Gresik Lestari Gresik Baru, mewujudkan Pembangunan ekologi berkelanjutan. Komitmen Untuk menata dan mengembangkan Green Industry ramah lingkungan, meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, merevitalisasi cagar budaya dan menumbuhkan ekowisata.

Melalui, Kolaborasi Pengembangan Tempat Pengolah Sampah Terpadu, Ngopi Bayar Sampah, Wisata Virtual Heritage Gresik Kota Tua, Anugerah Wisata Gresik, dan Tourism Center.

Dilaksanakan pada 33 hari ketiga oleh Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. (MAP/Red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed