Satu Tahun Kepergian Mantan Ketua GP Ansor Surabaya, Ini Yang Dilakukan Kader Anshor Wonocolo

 9 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (03/04/2021) | PUKUL 09.06 WIB

Tepat setahun, setelah Kamis (2/4/2020) lalu, mantan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surabaya selama dua periode, KH Masykur Hasyim, wafat. Kepergian kakak ipar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tersebut mendatangkan ratusan karangan bunga yang memenuhi kampung Wonocolo yang menjadi tempat tinggalnya kala hidup. Mengenang satu tahun kepergian sang panutan, Kader Ansor Wonocolo Surabaya yang dikomandani Gus Mas’ud, melakukan takziyah kubur sekaligus tahlil di makam pengasuh PP Raudlatul Banin wal Banat tersebut.

“Takziyah ini kami langsungkan dari pagi hingga menjelang shalat Jum’at di makam Islam Wonocolo. Kami juga melakukan tahlil di makam suami dari Ibu Gubernur, yaitu H. Indar Parawansa,” jelasnya.

Kader Millenial Nahdliyyin yang merupakan pembina PP Darul Arqam tersebut juga menambahkan bahwa sosok KH Masykur Hasyim wajib diteladani para kaum muda, terutama kader Ansor.

“Siapapun yang mengetahui sejarah perkembangan NU di era orde baru, pasti pernah mendengar istilah singa podium yang sangat melekat pada beliau. Banyak kisah yang saya dengar tentang beliau dari para senior saya. Banyak yang kagum dengan kegarangan beliau”, tambahnya.

Sedangkan ning Lia Istifhama selaku putri almarhum, menjelaskan sepenggal kisah yang pernah disampaikan oleh KH. Mas Sulaiman Nur, Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya , kepadanya saat tahlil 40 hari 2020 lalu.

“Beliau (KH. Mas Sulaiman) menyampaikan, bahwa ayah kami memiliki ciri yang sangat khas. Saat di podium sangat garang dan beberapa kali bahkan dipanggil pihak berwajib karena sangat berani dalam menyampaikan kritik. Namun, beliau bukan sosok provokator, bahkan saat dipanggil kepolisian, beliau justru tertawa lepas dengan para penyidik. Kata KH Sulaiman, itu bukti bahwa ayah kami sangat cerdas dalam berkomunikasi, ramah dan humoris sehingga polisi segan pada beliau.”

Ning Lia juga menambahkan, bahwa ayahanda acapkali hadir dalam mimpi.

“Insya Allah semua keluarga besar pasti pernah ditemui beliau dalam mimpi. Karena memang banyak sekali yang mengisahkan. Bahkan, kawan serta junior beliau, juga pernah didatangi dalam mimpi. Alhamdulillah, semuanya menyampaikan kisah baik. Saya sendiri sangat yakin, bahwa meski berbeda dunia, namun beliau masih memberikan perhatian dan doa untuk kami semua,” pungkasnya yang kemudian menukil sebuah hadis tentang kekuatan do’a bapak yang (diibaratkan dapat) menembus tirai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *