Sengketa Pilkades Sidomukti, ada keberpihakan dari Polsek Brondong

 105 views

KAB.LAMONGAN-POTRETJATIMDAILY.COM
SENIN (11/05/2020) | PUKUL 22.32 WIB

Perseteruan sengketa Pilkades Sidomukti Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, semakin memanas saja.

Sebab, konstelasi suhu rivalitas politik diantara dua kelompok besar warga desa sidomukti itu, tidak hanya terjadi di atas meja peradilan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) belaka.

Melainkan, sudah mulai memicu munculnya potensi konflik Horizontal sesama Warga desa yang mayoritas masih terjalin hubungan ‘darah’ persaudaraan satu dengan yang lainnya.

Menjadi semakin keruh terlihat, saat kuat disinyalir akan adanya keberpihakan dari ‘oknum’ Polsek Brondong yang lebih condong kepada kepentingan salah satu bakal calon kades Sidomukti tersebut.

Kondisi ini, semakin diperparah dengan adanya upaya kriminalisasi oleh Bacakades, Sukiran, terhadap warga yang dianggap ‘berseberangan’ dengannya.

Salah satu tokoh masyarakat dusun Sidomukti Desa Sidomukti, Ketono, ikut angkat Bicara.

Menurut Ketono, bahwa selama ini kondisi warga desa Sidomukti itu, ibarat “api dalam sekam” yang sewaktu-waktu kapan saja bisa membara.

“Jadi, kita berusaha tetap sabar. Akam tetapi, kalau diperlakukan tidak adil, (pastilah) akan berani lantang ‘bersuara’, “tegasnya.

Saat ditanya soal adanya dugaan keberpihakan kepada salah satu bakal calon kades Sidomukti itu,

Lebih lanjut, Ketono menambahkan, bahwa keberpihakan itu, Terlihat dari aksi Diskriminasi dan Arogansi yang ditinjukkan oleh Polsek Brondong.

Ada aksi ‘pembiaran’ di bukanya sepihak kotak suara yang untuk sementara sepakat ‘diamankan’ di Mapolsek Brondong, Minggu (15/09/2020) lalu.

“Sebenare, Pinginnya (Kotak Suara) itu diamankan di kantor polsek (Mapolsek Brondong), ehhh.. kok malah (tidak aman) sebab, di buka sepihak, “ulas Ketono.

“Kasus ini, sudah kita laporkan ke propam polda Jatim, (tapi) sampai detik ini, belum ada tindak lanjut. Apa mungkin benar, oknum polsek brondong tersebut memang ‘kebal hukum’ seperti kata orang-orang, “ujar Ketono, warga desa sidomukti, melalui telepon selularnya kepada potretjatimdaily.com, Minggu (10/05/2020) siang.

Serta, Perbedaan waktu penanganan diantara pengaduan dua kubu bakal calon kepala desa sidomukti yang bersiteru itu.

“Kalau yang lapor kubunya Sukiran, pasti langsung ditanggapi. Coba, (kalau) yang lapor dari pihak Kita (Bakal Calon Kades, Mujiati, Red) Pasti tak akan didengar, “tegasnya.

Masih menurut, Ketono, Disinyalir Ada upaya kriminalisasi oleh Sukiran, terhadap beberapa warga yang dianggap ‘berseberangan’ dengan kepentingannya atau jadi timses Kubu Mujiati itu, dengan sangkaan aksi ‘menutupi banner covid-19’ dan ‘tindakan tidak menyenangkan’.

“(Dan) Semua itu, atas pengaduan sdr Sukiran dan Irhamni, Selasa (21/04/2020) kemarin, “beber Ketono lugas.

Berbicara terkait aksi pemasangan banner pernyataan sikap warga desa sidomukti,

Menurut Ketono, Hal Itu di picu oleh kekecewaan yang besar dari mayoritas warga desa sidomukti. Dan (pemasangan banner) itu, merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 serta (di pasang) di Fasilitas Umum milik warga desa dan bukan perorangan.

“Hari ini, Warga marah, atas adanya keberpihakan kepada Sukiran (salah satu bakal Calon Kades Sidomukti) di proses penyelesaian sengketa pilkades ini. Dan, aksi pemasangan banner itu, sebagai bentuk luapan amarahnya, “ungkap Ketono.

Terakhir, Ketono berharap agar semua pihak yang berkompeten itu, wajib bekerja secara proporsional dan profesional sesuai kapasitas masing-masing.

Bahkan, Dirinya menyakini bahwa Kebenaran itu akan Menang dan Kebathilan itu akan kalah pada akhirnya nanti.

“‘Sing becik kethithik, sing olo ketoro’ (yang benar pasti terungkap dan yang salah pasti akan terlihat), “pungkas Ketono.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, Terdapat, beberapa orang warga desa sidomukti yang telah diadukan dan langsung ditindak lanjuti oleh Polsek Brondong itu, diantaranya Hartono, Muslik dan Sarmilan dengan Surat Panggilan ber nomor : B/110/IV/2020/Sek. Brondong, tertanggal 27 April 2020 lalu, yang telah disangkakan melakukan aksi menutupi banner covid-19

Berikutnya, sdr. Imam Syafi’i alias Pendok dengan Surat panggilan ber nomor : B/119/V/2020/Polsek Brondong, tertanggal 7 Mei 2020, atas sangkaan pasal ‘tindakan tidak menyenangkan’. (Red)

Surat Permintaan Keterangan Sdr. Imam Syafi’i alias Pendok atas sangkaan tindakan tidak menyenangkan, Minggu (10/05/2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *