Soal Vonis bagi Koruptor Dana Bansos COVID-19, HAMEDI : Wajib Hukumnya untuk Dihukum Mati

 19 views

HAMEDI, Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (21/01/2021) | PUKUL 14.53 WIB

POLITIK & HUKUM | Eksponen Reformasi ’98 Jawa Timur, Hamedi menilai radikalisme dan terorisme bukan musuh utama bangsa Indonesia.

Menurut Hamedi, musuh utama bangsa ini adalah korupsi.

“Mudah-mudahan kita sadar bahwa musuh utama kita di Republik ini so long time yang merusak sendi-sendi kehidupan kita menurut pendapat saya ya, bukan radikalisme, bukan terorisme,” ujar Hamedi kepada potretjatimdaily.com, Sabtu 16 Januari 2021.

Menurut dia, kalaupun ada radikalisme dan terorisme itu bukan dari kelompok yang berkuasa, melainkan kelompok kecil.

“Tapi persoalan kita so long time sejak zaman Orde Lama, Orde Baru, Orde Reformasi itu adalah korupsi dan korupsi itu dilakukan oleh para penguasa atau orang yang dekat kekuasaan,” tutur Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya ini.

Lebih lanjut, Hamedi menambahkan, seseorang yang tidak mempunyai kekuasaan tidak mungkin melakukan tindak pidana korupsi.

“Kalau dia tidak dekat dengan kekuasaan tidak mungkin dia melakukan tindak pidana korupsi. Nah inilah penyakit akut bangsa kita yang harus kita pahami,” tambah pria alumni SMA Negeri 21 Surabaya ini.

Terkait kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang melibatkan eks Menteri Sosial Juliari Pieter Batubara , Hamedi menyinggung hukuman mati.

“Jadi bayangkan dana bansos dikorupsi, padahal kita tahu bahwa dana itu sangat diperlukan oleh masyarakat yang terdampak oleh Covid-19, dan juga krisis ekonomi, krisis finansial yang sedang kita hadapi dan alami, tidak heran kalau Undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi itu mengancam dengan hukuman mati, kalau korupsi itu dilakukan pada saat krisis,” ujarnya.

“Dan, bagi koruptor dana bansos Covid-19 adalah wajib hukumnya untuk di hukum mati, “tegas Hamedi.

Hamedi mengatakan, diskursus tentang hukuman mati ini juga menyeruak atau meruyak apakah akan dikenakan atau tidak kepada Juliari Pieter Batubara.

“Coba bayangkan ya biasanya kita dengan koruptor agak sopan ya, tetapi dengan kelompok-kelompok agama kurang sopan biasanya ya,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *