oleh

Sungai Kalimas Dangkal, GUBERNUR KHOFIFAH Ingin Bantu Pengerukan

-All Post-716 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (28/12/2019) | PUKUL 20.38 WIB

Memasuki musim penghujan, pendangkalan beberapa sungai di Jawa timur menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melihat pengerjaannya yang lelet disebabkan regulasi yang tidak mendukung. Dia berharap regulasi yang menghambat pengerjaan terkait sungai harus direvisi.

“Jadi perlu ada revisi dari regulasi. Kalau kabupaten bisa (memiliki anggaran), mestinya (Pemprov Jatim) bisa diberi kewenangan untuk (anggaran) pengerukan,” tutur Khofifah usai melepas Program KKN Brantas Tuntas di Gedung Negara Grahadi, (26/12/2019).

Orang nomor satu di Jatim tersebut mengatakan, anggaran pengerukan untuk rehabilitasi fungsi sungai atau kali selama ini dimiliki oleh Kabupaten/Kota dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Sementara Pemprov tidak diberikan wewenang.

Disinggung Khofifah, saat melakukan Festival Perahu Nusantara di Kalimas beberapa waktu lalu ada penangkapan cukup parah. Terlihat saat festival perahu berlangsung, lumpur yang mengendap di dasar sungai seakan cepat terangkat. Padahal debit volume air saat itu terbilang masih normal.

“Ayo rek sampean delok (lihat), gantian aku seng moto (foto),” ujar Khofifah sembari mengajak semua Wartawan untuk turut meninjau sungai Kalimas.

Melihat hal itu Pemprov Jatim menginginkan jika diberi kewenangan pihaknya akan mengerjakan pengerukan Kalimas atau Sungai Mas yang mengalir menuju Selat Madura.

“Ketika ada yang menemukan pendangkalan sungai, bisa merekomendasikan (pengerukan) ke Kabupaten kota atau ke Pemprov Jatim,” katanya.

Hal tersebut juga sejalan dengan Upaya Pemprov Jatim untuk membangun wisata sungai di Jawa Timur dan memberikan kesadaran kepada Masyarakat dalam menjaga keindahan sungai Jawa timur. Terlebih bila sarana wisata sungai tersebut dapat terhubung antar Daerah di Jawa timur.

“Saya pernah mendiskusikan untuk bisa menyiapkan wisata sungai. Apalagi kalau bisa tersambung dari Gresik, Mojokerto dan Surabaya, itu indah sekali. Maka masyarakat tidak akan buang sampah ke sungai karena sungai akan jadi arena mereka bisa tunjukkan keindahan lingkungannya,” harapnya. (HMD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed