oleh

Tak Bijak, Jika Khofifah dan Risma di banding-bandingkan

-All Post-784 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (04/01/2020) | PUKUL 06.00 WIB

Menyikapi maraknya upaya “mem-bully” Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, yang ada di Media Sosial (Facebook, Whats Ap) selama ini, memaksa kami, Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya, sebagai salah satu komunitas Relawan Pendukung Khofifah-Emil saat pilgub Jatim 2018 lalu, untuk ikut angkat bicara.

Tulisan ini, kami sampaikan sebagai bentuk reaksi dari serangkaian hujatan yang kami anggap kurang sopan dan tak beretika, serta tak sewajarnya bila itu, ditujukan kepada Seorang Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Tanpa mengurangi rasa hormat, khususnya kepada kedua srikandi kota surabaya dan provinsi Jawa Timur, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Bahwa tak ada maksud untuk “membalas” dengan cara yang sama juga yaitu “membandingkan” diantara beliau berdua.

Bahwa, Dengan terpilihnya pasangan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim, Emil Elistianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019-2024, melalui kontestasi pilgub Jatim, yang digelar Rabu (27/06/2018) lalu itu, sangat mempengaruhi peta perpolitikan di ibu kota provinsi jatim itu.

Bahkan, Kekalahan pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno di Kota Kekuasaan Walikota RISMA itu, ditanggapi terlalu berlebihan oleh mayoritas loyalis dari Walikota perempuan di Surabaya itu.

Sampai-sampai, tanpa didasari standar yang jelas sebagai parameternya, para loyalis Risma itu, mencoba untuk “memaksa kan diri”, membandingkan antara Khofifah dengan Risma.

Padahal, yang sebenarnya terjadi di antara dua srikandi surabaya dan jawa timur itu, merupakan dua tokoh yang tak sepadan untuk diperbandingkan.

Bagaimana mungkin “memaksa” membandingkan, antara Khofifah Indar Parawansa, Gubernur “Perempuan pertama” di Provinsi Jawa Timur dengan Tri Rismaharini, Walikota “Perempuan Pertama” di Surabaya.

Dimana, antara Pemerintah Tingkat Provinsi dengan wilayah meliputi 38 kabupaten/kota “dibandingkan” dengan Pemerintah Tingkat Kota dengan wilayah kerjanya hanya 1 kota doank, yaitu Kota Surabaya saja ?

Bagaimana mungkin “memaksa” membandingkan, antara Khofifah yang mantan Menteri Peranan Wanita dan Kepala BKKBN di era Presiden Abdur Rachman Wachid sekaligus Mantan Menteri Sosial di era Jokowi itu, dengan Risma, yang hanya pernah “menolak” Tawaran Menteri ?

Karena, tak akan pernah sebanding antara Mantan menteri dengan Mantan “Penolak” tawaran Jabatan Menteri.

Bagaimana mungkin “memaksa” membanding-bandingkan antara Khofifah, yang mantan Anggota DPR RI dengan Risma yang mantan Kepala Bappeko Surabaya di era Walikota Bambang Dwi Hartono.

Dan, Bagaimana mungkin di banding-bandingkan antara Khofifah, cagub terpilih saat kontestasi pilgub jatim 2018 lalu itu, dengan Risma, yang “hanya pernah” menolak di calonkan sebagai cawagub di saat yang sama ?

Karena, tak akan pernah sebanding antara Cagub Jatim terpilih dengan “Penolak” Cawagub Jatim 2018.

Mari kita, sesama umat manusia untuk saling menghargai, dan tak menganggap diri paling benar lalu menyalahkan yang lain.

Dan sebagai sesama bagian dari keluarga besar warga Kota Surabaya, untuk saling bekerja sama, dengan menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi atau golongan.

( Ditulis Oleh : HAMEDI, SE, Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed