Ternyata ‘Memang Goblok’

 179 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (30/06/2020) | PUKUL 23.56 WIB

Ditulis Oleh : HAMEDI, SE

Sebagai bagian dari warga kota Surabaya, kita berkewajiban untuk memilih sosok pemimpin ideal, untuk duduk sebagai Walikotanya.

Dimana, telah terpilih Walikota Surabaya, Tri Rismaharini melalui cara konstitusional, yaitu kontestasi pilwali Surabaya Tahun 2015 lalu.

Akan tetapi, wajib hukumnya untuk berperan aktif dalam melakukan fungsi kontrol sosial atas Kinerja Pemerintah Kota Surabaya.

Sekitar, Dua tahun yang lalu, melalui satu unggahan di akun facebook bernama MemetHamedi.

Penulis mencoba mengingatkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Saat, Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu, memaksakan Kebijakan Kampung Inggris Dolly sebagai Program Pasca Penutupan Komplek Lokalisasi Jarak Dolly, 18 Juni 2014.

Statement itu berbunyi, “Walikota Goblok, Isok e cuman Copy Paste Program tanpa mampu translate, apalagi berani berinovasi”.

Tentu saja, sebagai konsekwensinya, Ratusan buzzer dengan kompak langsung ‘Mem bully nya’.

Tak sedikit pula yang meragukannya.

Bagaimana mungkin, seorang Walikota Risma yang berpredikat Walikota terbaik Dunia itu, bisa disebut ‘Goblok’.

Sangat mustahil, apabila Walikota peraih beragam piagam penghargaan dan piala kejuaraan yang tidak hanya ditingkat Nasional, Namun juga dilevel Internasional itu, ternyata sosok pemimpin yang ‘Goblok’.

Dan sebagai ‘Punishmentnya’, Status Akun penghujat Walikota Surabaya, yang selalu nyinyir, telah Mereka sematkan dan terpaksa penulis sandang.

Maka Sahlah sudah, Bahwa Upaya untuk mengkritisi kebijakan Pemkot Surabaya itu, telah berubah menjadi sang penghujat.

Maka Sahlah sudah, Bahwa Upaya untuk mengkritisi kebijakan Pemkot Surabaya itu, telah berubah menjadi sang penghujat.

Akan tetapi, bukannya menjadi Takut lalu berhenti melakukan fungsi Kontrol Sosial kepada Walikota Risma Cs.

Malah menjadi pelecut semangat, tetap eksis lantang bersuara, dan bahkan sampai hari ini.

Sampai Muncul Pengakuan Walikota Risma sendiri.

“Saya memang goblok dan nggak pantas jadi walikota surabaya, “aku Walikota Risma.

Pengakuan ini, akan mengembalikan lagi status ‘Oposisi permanen’, yang selalu mengkritisi’ kinerja sang Walikota Risma.

Dari yang sebelumnya, berstatus ‘Sang Penghujat’, yang bisanya cuman nyinyir.

Sangat Ironis memang, saat Wibawa Walikota Risma harus ‘Terjun bebas’ justru di detik-detik terakhir di akhir episode kepemimpinan nya.

Tepatnya, 18 Februari 2020 nanti, Orang nomor satu di Surabaya itu, harus purna tugas sebagai walikota. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *