Ulil Amri Minkum

 218 views

Hamedi, SE Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (01/05/2021) | PUKUL 19.00 WIB

Dalam Qur’an Surah An-Nisaa’ ayat 59, Allah. SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

”Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa [4] : 59).

Ada tiga point penting soal perintah ” أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ” dalam Salah satu Surat Al Madaniyah (diturunkan di Madinah) tersebut.

Pertama, perintah ini hanya diwajibkan bagi orang-orang yang memiliki iman (beriman) atau kaum mukminin saja ;

Amar fardlu ‘ain yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala, dan apabila ditinggalkan akan mendapatkan dosa hanya bagi golongan orang-orang yang percaya enam rukun iman.

Yaitu : Iman kepada Allah. SWT, Iman kepada Malaikat-Malaikat NYA, dan Iman kepada Kitab-Kitab NYA.

Selanjutnya, Iman kepada Nabi dan Rasul NYA, Iman kepada Hari Kiamat, dan Iman kepada Qada dan Qadar NYA.

Kedua, tiga Perintah, untuk taat kepada Allah, dan taat kepada Rasul NYA, dan ‘ulil amri’, yang harus dikerjakan secara utuh (keseluruhan).

Ketiga, Penggunaan kata perintah “taatilah – أَطِيعُوا “, hanya digunakan pada perintah “ta’atilah Allah – أَطِيعُوا اللَّهَ ” dan “ta’atilah Rasul (NYA) – وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ “.

Artinya, Seruan bagi setiap orang mu’min (wajib hukumnya, dan tanpa syarat) untuk ta’at kepada Allah SWT, dengan menjalankan semua perintah NYA dan Menjauhi segala larangan NYA, sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an.

Dan, Ta’at kepada Rasul NYA, wajib tanpa syarat untuk mengamalkan semua yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad. SAW melalui Sunnahnya (Hadits) nya.

Sedangkan, kepada ” وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُم”, tidak digunakan kata perintah ” أَطِيعُوا “.

Perintah untuk ta’at kepada pemimpin diantara kita, hanya di wajibkan kepada selain kepada orang beriman yang telah memenuhi beberapa persyaratan.

Juga kepada sosok yang telah melalui prosesi yang sesuai aqidah-aqidah syar’i, aturan dan perundangan yang berlaku di NKRI dalam upaya memantaskan diri disebut sebagai ‘ulil amri’.

Kalimat وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْك jangan hanya diiartikan “pemerintahan (umara’) saja, tetapi kyai (ulama’) juga pemimpin.

Taat kepada pemimpin disini adalah dalam hal kebaikan dan kebaikan adalah wujud dari kadar keimanan itu sendiri.

KRITERIA ULIL AMRI MINKUM

Dan sebagai orang yang beriman, wajib hukumnya untuk memilih pemimpin yang memenuhi kriteria sebagai “أُولِي الْأَمْرِ ” sebagaima yang ditetapkan Allah. SWT.

Diantaranya, Pertama, Mukmin yang memiliki kemampuan memimpin untuk (leadershif).

” فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ ”

“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesutu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alqur’an) dan Rasul (Sunnahnya)”.

Kedua, Memiliki kadar keimanan yang lebih diantara kalian.

“إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ”

“Jika kamu Benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian”.

Dengan dipimpin oleh ‘ulil amri’ dengan kriteria diatas, akan mampu mewujudkan keadilan dan kesejahteraan .

“ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا”

Baginya, akan lebih baik untuk lebih mengutamakan berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnahnya.

Sebab hal ini, akan lebih baik akibatnya, baik bagi dirinya, kebijakan yang diambil, maupun bagi rakyat yang dipimpinnya. (Red)

Oleh : Hamedi, SE Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *