Viral Baner Risma-Eri Cahyadi, AKTIVIS MAHASISWA : Tidak melanggar hukum tapi etikanya mana?

 20 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
RABU (13/11/2019) | PUKUL 14.23 WIB

Aktivis Mahasiswa Surabaya, Hamdan Muafi, angkat bicara terkait viralnya baner Bu Risma dengan Eri Cahyadi. Menurut Hamdan, penyebaran baner itu tidak melanggar hukum apapun. “Tapi kita hidup bukan hanya dengan norma hukum, ada agama, moral dan susila” ujarnya kepada potretjatimdaily.com, melalui telepon selular, Rabu (13/11/2019) siang.

Hamdan melanjutkan bahwa moral dan etika itu sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Rasanya kok tidak etis baner yang berisi semacam visi misi kota surabaya ditempeli foto walikota dengan salah seorang pejabat birokrasi, bukan dengan wakil walikota.

“Di Surabaya hanya ada visi misi pasangan Walikota dan Wakil Walikota, tidak ada visi misi Kepala Dinas dan sejenisnya”, tandas aktivis berdarah madura ini.

Menyikapi komentar Eri Cahyadi yang tidak tau-menau tentang baner itu, hamdan menyebut itu komentar yang wajar. “Wajarlah, semua politisi pasti menjawab begitu kalau ditanya tentang baner dan spanduk tentang dirinya, nggak ada satupun yang bilang bahwa pemasangan baner itu memang suruhan dia, ini rahasia umum, semua orang tau”

Ketika ditanya tentang komentar politisi PKB Mahfudz, Hamdan menjawab “Biasalah Pak Mahfudz itu, dulu dukung Musyaffa’ Rouf, kemudian ganti Hanif Dhakiri, mungkin ini tanda-tanda mau ganti Eri Cahyadi, habis Eri Cahyadi besok bisajadi dimunculkan nama Ki Nonot Sukrasmono budayawan kota Surabaya hahaha”

Hamdan meminta masyarakat surabaya untuk tidak memilih figur yang ambisi namun pura-pura tidak ambisi. Sering berpura-pura di depan publik itu tanda bahwa dia pemimpin yang tidak baik.

Ketika ditanya siapa saja bakal calon Walikota Surabaya yang tidak ambisi, Hamdan menjawab “sejauh yang saya lihat ya Cak Firman dan Ning Lia Isthifama, santai sekali tanpa beban, tampil dan bersikap apa adanya, saya suka pemimpin seperti itu. Selain Cak Firman dan Ning Lia, ada juga Gus Maqdar Abdullah, beliau Bacawali yang santai. Moch Isa Anshori juga Bacawali yang santai tidak ambisi, namun langkah2nya pasti. Mbak Lidya Latina juga bagus, beliau Bacawali yang elegan, smart, visioner dan tidak ambisi” lanjut Hamdan dengan semangat.

“Cak Firman itu Firman Syah Ali, tokoh muda NU dan keponakan Mahfud MD. Ning Lia Isthifama itu juga tokoh muda NU, beliau keponakan Gubernur Khofifah, saya lihat keduanya mengalir santai apa adanya, tidak pernah bermanuver, pencitraan dan berpura-pura”, pungkas demonstran kelas kakap ini. (ARB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *