oleh

Gubernur Khofifah : Jurus dan Kiat Jitu Kendalikan Inflasi Daerah

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (05/11/2020) | PUKUL 16.07 WIB

Dalam mengendalikan inflasi daerah, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memiliki kiat khusus. Salah satunya mengembangkan model kerja sama antar daerah melalui optimalisasi peran BUMD.

Dalam hal ini, Khofifah memberi tugas khusus kepada PT Jatim Grha Utama (JGU). Menurunya, kerja sama ini digadang bisa menjadi jurus mengendalikan inflasi daerah dengan mengontrol supply-demand komoditas pangan yang sifatnya strategis.

“Kita telah diberikan informasi detail di titik mana yang mempengaruhi inflasi dan mana yang jsutru memberikan ketahanan,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (05/11/2020).

Salah satu solusi yang diberikan untuk pengendalian inflasi yakni melakukan penataan manajemen stock. Hal ini dilakukan dengan maksimalisasi resi gudang, sehingga manajemen inflasi terhadap komoditas strategis tidak hanya terkait supply dan demand, tapi juga terkait manajemen stok.

“Maka kita telah menyerahkan surat penugasan pada PT JGU, sebagai BUMD milik Pemprov Jatim, untuk mengambil peran dan menjalankan fungsi intermediatory supply-demand komoditas strategis,” imbuh Khofifah.

PT JGU pun menyatakan kesiapannya dan akan tancap gas menjalankan fungsi intermediatory supply-demand komoditas strategis di Jatim. Diketahui, PT JGU yang merupakan holding company dari PT Puspa Agro akan melakukan penataan manajemen intermediatory supply-demand untuk komoditas telur dan daging ayam, yang banyak menyumbang inflasi di Jatim.

Dengan adanya hal ini, peternak telur dan daging ayam akan mudah mendapatkan pakan, terjamin harganya. Ini membuat manajemen stok di pasaran saat panen dan di luar masa panen telur dan daging ayam, lebih tertata sehingga tak sampai mempengaruhi inflasi.

Dirut PT JGU Mirza Muttaqien mengatakan komoditas telur ayam dan daging ayam memang banyak menyumbang inflasi di Jatim. Untuk itu, pihaknya akan berupaya menjaga ketersediaan pakan bagi peternak, menjaga stabilitas harga produk hasil panen dan membantu pemasaran produk ternak.

“Dalam produksi telur dan daging ayam, peternak membutuhkan jagung untuk pakan. Kendalanya di lapangan, ketersediaan jagung tidak cukup, dan harganya naik turun, bahkan terkadang harga jagung naik barangnya juga sulit untuk dicari. Sehingga dibutuhkan kerjasama antardaerah guna memberikan supply yang cukup untuk pakan ternah ayam daging dan petelur,” papar Mirza.

Tak hanya itu, Mirza menyebut pihaknya juga bekerjasama dengan sejumlah kelompok tani jagung pakan ternak dari Jatim dan luar Jatim. Supply jagung untuk peternak akan diupayakan dari luar daerah, dengan keuntungan peternak mendapatkan ketersediaan yang cukup dan harga stabil.

Begitu pula dengan hasil produk ternaknya. Untuk telur dan jagungnya, pihaknya akan membantu mengelola manajemen stok dengan menggunakan cold storage dengan mengoptimalkan 25 resi gudang berbasis IT yang sudah ada di Jatim.

“Smart warehousing multi platform tersebut akan memperkuat manajemen stock khusus untuk daging ayam,” imbuh Mirza..

Mirza yakin upaya ini akan berhasil mengontrol managemen supply-demand komoditas strategis. Sehingga inflasi tidak terjadi dan perekonomian di Jatim terus bergerak positif dan progresif.

“Selain itu kerjasama dengan pasar moderen dan pasar tradisional juga akan membantu peternak untuk menghindari harga jatuh saat musim panen. Kami berharap sistem ini akan menguatkan managemen supply chain komoditas strategis di Jawa Timur,” pungkas Mirza. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed