oleh

Hadiri Shalawat Majelis Ta’lim Al-Munawwarah Surabaya, NING LIA : Ada Tawassul dan Tawakkal

-All Post-359 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (05/01/2020) | PUKUL 21.19 WIB

Gema shalawat nabi memecah keheningan malam di Musholla Al Munawwarah, Surabaya. Jamaah Majelis Ta’lim Al Munawwarah dengan khusuk memanjaatkan permohonan safaat dan doa keselamatan.

Dengan baju putih bersih, ratusan jamaah termasuk para artis ibu kota seperti Sylvana Herman, Ricky Perdana, Ita Purnamasari, dan Daus Mini turut larut dalam pujian dan doa menggapai ridho Illahi.

Salawat nabi memang memiliki banyak manfaat. Salah satunya menjadi penolong bagi umat muslim baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Para artis ibu kota yang turut hadir, juga menceritakan pengalaman mereka menghadapi bencana banjir di Kawasan Jabodetabek. Oleh karena itu, dengan doa bersama dan salawat ini, mereka bermunajat memohon keselamatan. Sebab, bencana alam merupakan teguran dari Allah SWT.

Gus Anom bin Syeikh Arifin bin Ali bin Hasan sebagai pengasuh majelis mengutarakan jika amalan paling baik ketika menghadapi bencana adalah memperbanyak istighfar dan salawat nabi.

Bencana sudah semakin banyak, bumi semakin tua. Majelis Al Munawwarah memohon agar dibentengi dari segala musibah.

“Tadi kita salawat doa sebagai munajat sembari menangis, berdoa, sesungguhnya kita ingin dekat dengan Rasulullah, wasilah,” ucap Gus Anom usai memimpin salawat di kediamannya, Jalan Bratang Gede III G, Surabaya, Sabtu (4/1/2020) malam.

“Maka dari itu kenapa saya sampaikan berulang-ulang, kita harus wajib istiqomah dalam majelis,” kata Gus Anom.

Saat seseorang istiqomah membaca salawat, lanjut Gus Anom, ia akan mampu menggapai kesuksesan dan keselamatan dunia maupun akhirat.

“Karena guru-guru kami sudah mengajarkan ibadah shalawat,” tambahnya.

Terlebih dengan kehadiran figur-figur artis tanah air, diharapkan mampu menjadi teladan bagi masyarakat agar bersama-sama memasrahkan diri memohon safaat Rasululullah SAW.

“Tujuannya agar kita mau bersama-sama mendoakan umat Nabi Muhammad,” urainya.

Permohonan doa dan shalawat, tambahnya, juga sebagai jembatan agar kita sampai kepada Allah.

“Karena singgasana Allah itu tiada yang mampu menembus, baik malaikat maupun semua nabi. Hanya Rasulullah yang langsung bertemu dengan Allah,” papar Gus Anom.

Oleh karena itu, Gus Anom kembali menuturkan, Majelis Al Munawwarah menggelar salawat nabi memohon keselamatan dan safaat Nabi Muhammad SAW. Acara rutin tiap bulan tersebut acap kali dihadiri tokoh serta artis ibukota.

Ita Purnamasari, salah satu artis mengungkapkan syukur bisa menghadiri acara shalawat bersama.

“Saya baru pertama kali dan sangat bersyukur alhamdulillah bisa kesampaian mengikuti pengajian di tempat Gus Anom,” ungkap Ita yang mengaku sekaligus mengobati kerinduan pulang kampung halaman ini.

Ia tak lupa mengisahkan pengalamannya menghadapi banjir di Kawasan Bintaro. Daerah tersebut memang tidak terlalu parah karena air mampu cepat surut dan hanya meluber ke jalan.

Namun ia harus menunda perjalanan ke Surabaya karena jadwal penerbangannya tertunda.

“Ada saudara yang meninggal pada tanggal 31 Desember. Nah waktu tanggal 1 Januari kemarin saya baru mau ikut tahlilannya di Surabaya,” katanya.

Istri Dwiki Dharmawan ini menceritakan, memang akses menuju Halim Perdana Kusuma sangat parah. Banyak genangan termasuk di jalan tol.

“Saya harus susah payah sampai Halim. Namun setelah sampai di sana, ternyata semua penerbangan dibatalkan dan dialihkan ke Soekarno Hatta. Ya udah, saya memilih batal,” lanjut Ita.

Saat perjalanan kembali ke rumah, Ita justru melihat banjir makin meninggi.

“Saya sampai prihatin, hampir seluruh Jabodetabek kena banjir. Tapi di tempat kita enggak, kami turut mendoakan semoga banjir cepat surut dan bisa diatasi serta para pengungsi bisa kembali pulang ke rumah dengan selamat dan rumahnya bisa kembali diperbaiki lagi,” ungkap Ita.

Oleh karena itu, dalam majelis ini bersama-sama makin memperbanyak istighfar dan lebih mawas diri. Ita lantas bercerita tentang cara memaknai perjalanan spiritual dalam momen pergantian tahun.

“Saya masih perlu banyak belajar dari para guru seperti Gus Anom dan rekan-rekan yang lebih dulu hijrah. Saya masih baru belajar, saya harap tahun ini bisa menjadi pribadi yang lebih baik daripada tahun kemarin. Lebih peduli terhadap sesama dan lebih dekat terhadap Allah SWT,” ungkapnya.

Sementara, Lia Istifhama, tokoh politik sekaligus keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, dengan salawat bersama Majelis Ta’lim Al Munawwarah seperti diingatkan kembali untuk lebih bertawakkal atau berserah diri kepada Allah.

Ia menjelaskan, bahwa dalam Islam, terdapat istilah tawassul atau keseimbangan. Termasuk ketika melihat teman atau saudara yang mengalami musibah.

“Kita juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan musibah, namun setelah musibah ini Insya Allah juga akan ada solusi manusia bisa merasakan hikmah dan kesabaran. Sehingga Insya Allah rejekinya akan dikembalikan lagi,” pungkas wanita yang akrab disapa Ning Lia ini usai mengikuti shalawat bersama Majelis Ta’lim Al Munawwarah asuhan Gus Anom. (Spr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed