oleh

Hari Anak Nasional 2020, LIA ISTIFHAMA : Beri Semangat Anak-Anak Raih Cita-Cita Ditengah Pandemi

DR. Lia Istifhama, S.Sos, SH.I, ME.I, Ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (23/07/2020) | PUKUL 16.33 WIB

Bacawawali kota Surabaya, Lia Istifhama tetap optimis dan memberikan semangat anak-anak dalam meraih cita-cita sekalipun Indonesia masih dalam situasi pandemi.

Dalam Peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli, Lia Istifhama (Ning Lia), juga Cawawali Surabaya 2020 berpesan, bahwa agar anak-anak di kota Surabaya tetap melakukan berbagai kegiatan positif dan produktif namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan demi pencegahan Covid-19 yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, serta rajin cuci tangan dengan air mengalir.

“Tetap semangat, tetap sehat. Jangan putus asa, jaga terus semangat meraih cita-cita setinggi langit. InsyaAllah situasi ini bisa segera berakhir,” ungkap Ning Lia di kediaman Wonocolo Surabaya, kepada potretjatimdaily.com, Kamis (23/07/2020) sore.

Menurut ibu dari dua anak tersebut, anak-anak kita memang rentan mengalami stress selama pandemi setelah mereka terpaksa membatasi kegiatannya untuk belajar, bermain, dan beribadah dari rumah.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua. Awalnya mungkin gembira karena bisa dirumah, tapi lambat laun pasti bosan juga karena mereka tidak bisa bermain dan belajar dengan teman-teman sebayanya,” ujar Ning Lia.

Selanjutnya Ning Lia, peran orangtua sangatlah besar dalam membantu anak-anak mensiasati situasi Pandemi ini. Jangan sampai orangtua lepas tangan dan acuh.

“Di masa pandemi ini butuh kerjasama dan kolaborasi antara guru, orang tua, dan juga siswa. Dengan begitu semangat belajar anak-anak tetap dapat terjaga,” tuturnya.

Masih Ning Lia mengungkapkan, peringatan Hari Anak Nasional selayaknya menjadi momentum bersama untuk memberikan semangat dan perlindungan ekstra kepada anak-anak di masa pandemi Covid-19 ini.

Tidak hanya dari situasi belajar-mengajar yang dinilai membosankan dan menguras energi, namun juga dari kemungkinan anak-anak mendapatkan kekerasan dan eksploitasi dari orang dewasa.

Jujur diakui jika situasi ini juga membuat banyak orang dewasa atau orang tua stres, dan anak-anak menjadi kelompok paling rentan mengalami kekerasan fisik, psikis, bahkan seksual.

“Untuk mencegah situasi ini Ning Lia menambahkan, maka masyarakat perlu lebih aktif sebagai pelopor dan pelapor kasus kekerasan anak agar setiap anak dapat terlindungi dengan baik,”pungkasnya. (Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed