oleh

Hari Anti Kekerasan Pada Perempuan, NING LIA : Perempuan Itu Makhluk Kuat

-All Post-517 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (01/12/2019) | PUKUL 13.54 WIB

Banyak figur perempuan yang memenuhi jagat raya media sosial di masa digitalisasi seperti sekarang ini. Kesetaraan gender bahkan tidak lagi menunjukkan diskriminasi terhadap perempuan.

Saat ini begitu banyak perempuan yang telah menjadi pioner. Di antaranya sebagai politisi, motivator, praktisi, hingga pemimpin daerah seperti di Jawa timur sendiri ada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Walikota Surabaya Tri Risma Harini, dan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah. Lantas, mengapa perempuan harus selalu seakan merasa di belakang. Sehingga peranannya seakan membuat dirinya merasa harus terlindungi dan dilindungi.

“Memang ini sudah implikasi ketika banyak perubahan dalam tataran sosial. Banyak perempuan yang kemudian menjadi alpha female,” ujar Lia Istifhama di surabaya, Rabu (27/11/2019).

Selajutnya Keponakan Gubernur Jatim Khofifah tersebut juga menuturkan, sikap sensitif yang dimiliki perempuan ini seakan menjadi batasan atas apa yang harus dilakukannya, terlebih dibidang pekerjaan. Namun sekarang pandangan tersebut telah berbalik karena melihat realita keseteraan gender yang telah dibentuk oleh tokoh-tokoh perempuan.

“Kalau bicara diskrimanasi gender dan KDRT, sekarang laki-laki juga ada kan yang merasa jadi korban?,” tambahnya.

Seperti kita ketahui, Setiap 25 November hingga 10 Desember diperingati sebagai Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP). Berlangsung selama 16 hari, kampanye ini rutin dilakukan diseluruh dunia sejak digagas oleh Women’s Global Leadership Institute tahun 1991 yang disponsori oleh Center for Women’s Global Leadership.

Kegiatan ini merupakan kampanye internasional yang bertujuan untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) ini diinisiatori dan difasilitatori oleh Komisi Nasional Perempuan sejak 2003. Kampanye ini akan berlangsung di wilayah-wilayah yang menjadi mitra Komnas Perempuan.

Maka dari itu, Lia mengajak kepada segenap masyarakat terlebih surabaya untuk bersama melawan kekerasan pada perempuan sehingga kasus pelecehan dan perendahan derajat perempuan ini tidak lagi ada.

Perempuan yang sejati itu yang tegar, kuat, tidak lamis dan tidak nyinyir. Lamis itu istilah Suroboyo ya, artinya mulut sok manis yang tujuannya ngatok,” pungkasnya. (AND)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed