oleh

Hari Anti Korupsi Sedunia 2019, RELAWAN SUrabaya muLIA : Hanya Pemimpin Baru, yang Bersih Dan Berani Berantas Korupsi

-All Post-514 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (09/12/2019) | PUKUL 22.29 WIB

Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2019, yang di peringati secara serentak di seluruh dunia pada tanggal 9 Desember tiap tahunnya ini, hendaknya bisa menjadi pengingat sekaligus motivasi, khususnya bagi warga cerdas kota surabaya ini.

Terlebih, sekitar sembilan bulan lagi, tepatnya pada hari Rabu, 23 September 2020, Kota Surabaya sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur akan memiliki Walikota-Wakil Walikota baru pengganti RISMA yang akan purna tugas pada 2021 mendatang.

Korupsi adalah musuh bersama, maka memberantas korupsi merupakan kewajiban seluruh anak bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Dalam upaya Memberantas Korupsi, memang tidaklah mudah, karena korupsi tergolong eksta ordinary crime, dengan pelaku orang dengan tingkat intelegensi tinggi, melibatkan para decision maker, yang mempunyai akses kuat untuk memainkan keuangan negara secara terstruktur, sistematis dan masif.

Untuk itu, dibutuhkan kesadaran bersama, guna menyamakan langkah preventif, langkah persuasif sekaligus langkah refresif diantara lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, BPK maupun KPK dan tak lupa peran serta aktif dari masyarakat, Insan Jurnalis dan lembaga independen anti rasuah di negeri ini.

Sudah saatnya kita memilih pemimpin yang baru, bersih dan berani dalam menjalankan roda pemerintahan, hasil amanah warga kota untuk mengelola uang rakyat melalui good and clean goverment demi terwujudnya masyarakat surabaya yang maju dan sejahtera lima tahun kedepan.

Arti dari PEMIMPIN BARU adalah sosok pemimpin yang berjiwa muda (milenial) karena berada di usia produktif, aktif berkarya karena akan tunjukkan prestasi, serta kaya akan inovasi sehingga mampu bersaing diera Digitalisasi Revolusi Industri. 4.0 ini.

Adapun, PEMIMPIN BARU cenderung akan BERSIH, karena, (mereka) belum dan atau bukan menjadi bagian dari pemerintahan Kota yang sekarang, maka dapat di pastikan bahwa (mereka) akan terbebas dari praktek Korupsi.

Dengan Kondisi seperti ini, memungkinkan (Mereka) untuk bebas tak kan tersandera oleh “permainan dan beban masa lalu” dan dengan etos kerja tinggi yang dimilikinya, mereka akan menunjukkan bahwa jika diberi kesempatan untuk memimpin, akan bisa lebih baik dari pemimpin pendahulunya dan pemimpin hari di hari ini serta menjadikan mereka sosok PEMIMPIN yang BERANI untuk Berantas Korupsi.

Berbicara soal Upaya Pemberantasan Korupsi dan proses suksesi kepemimpinan dilingkungan pemkot surabaya, Yang pasti, kita tak bisa banyak berharap upaya pemberantasan Korupsi dengan proses suksesi seperti ini akan terwujud.

Pasalnya, Seperti kitta diketahui bersama, bahwa selama ini proses suksesi kepemimpinan (dilingkungan) tidak pernah menghasilkan “Pemimpin Baru” diera pemerintahan Kota surabaya selanjutnya.

Berturut turut, Tercatat, Mantan Wakil Walikota Bambang DH “meneruskan” Walikota Soenarto, yang kemudian diteruskan oleh Mantan Kepala Bappeko Surabaya, Walikota Tri Rismaharini.

Bahwa (Dengan) berada pada kondisi seperti itu, akan Memaksa siapapun Walikota terpilih Surabaya, akan tersandera dalam posisi dilematis, bagai buah simalakama, diantara “Rasa Sungkan” dan “Tidak Berani tegas” atas pelanggaran-pelanggaran yang ada diera kepemimpinan mantan bos mereka,

Semakin parah, ketika peristiwa itu terjadi justru disaat (Mereka) masih aktif sebagai bawahan di OPD Pemkot Surabaya.

Bahkan, tidak sedikit dari aktivis penggiat anti korupsi Indonesia menganggap hal ini, menjadi salah satu sebab tak tuntas sampai ke akar-akarnya, penyelesaian beberapa kasus, antara lain kasus banyaknya tukar tanah aset milik pemkot, yang di kelola oleh YKP dan PT. YeKaPe sejak era Walikota Soenarto, belum tuntasnya Kasus “Japung” diera Bambang DH serta Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya diera Risma, yang sempat menyeret nama anak kandungnya, Fuad Bernardi serta Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi sebagai saksi.

Beberapa figur pemimpin baru, yang bersih dan berani, adalah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang bukan hanya sosok presiden baru, yang bersih dan berani menjalankan program Nawa Citanya, Akan tetapi, telah berani mengangkat menteri, wakil menteri, staff khusus dari kaum milenial, untuk masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju. Dimana, mereka itu adalah pemimpin baru, yang bersih dan berani pula.

Berikutnya, sosok Gubernur perempuan pertama Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Yang sesaat setelah diambil sumpah oleh presiden di istana negara, langsung tancap gas “menyatakan perang” terhadap praktek korupsi.

Dan sebagai langkah preventif dalam upaya pencegahan Korupsi dilingkungan Pemprov. Jatim, disamping melibatkan secara langsung BPK dan KPK dalam pengelolaan APBD, juga menerapkan Konsep CETTAR ( Cepat, Efektif, Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntable dan Responsif ) dalam menjalankan fungsi pelayanan dan Realisasi program Nawa Bhakti Satya nya.

Sedangkan, di Kota Surabaya sendiri, terlepas dari banyaknya prestasi yang berhasil diraih oleh Walikota Perempuan pertama, yang juga Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan pertamanan Surabaya ini, dalam satu dasa warsa terakhir ini, Walikotanya bukan tergolong sosok pemimpin baru yang bersih dan berani.

Akan tetapi, patut disayangkan karena hampir kurang lebih dari satu dasa warsa terakhir ini, Kota Surabaya belum menemukan “Pemimpin Baru yang bersih dan berani, sehingga hal itu, ada beberapa kasus yang tak mampu diselesaikan secara tegas dan tentunya tanpa pandang bulu. Baik untuk Kasus yang terjadi diera kepemimpinan Walikota sebelumnya, terjadi diera Walikota sekarang, dan diera Walikota Mendatang.

Semoga Warga “pemilih cerdas” Kota Surabaya bisa memanfaatkan moment pilwali serentak surabaya 2020 mendatang, dengan memilih pemimpin baru, yang bersih dan cerdas demi terwujudnya masyarakat Kota Surabaya yang Maju, Sejahtera dan ADEM.

Maka dengan semangat Hari anti Korupsi sedunia ini, Marilah saat pilwali surabaya Tahun depan itu, kita sebagai warga kota untuk (memilih) Pemimpin Baru yang tak terbebani masa lalu, Pemimpin Bersih yang terbebas dari Korupsi dan Pemimpin Berani katakan tidak pada korupsi, yang akan amanah mengelolah uang warga kota.

( Ditulis Oleh : SAPRI JEFRIYANSAH, Relawan SUrabaya muLIA )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed