oleh

HARLAH NU Ke-94 : Kesempatan Munculnya Kader NU Sebagai Figur Millenial

-All Post-202 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (31/01/2020) | PUKUL 16.28 WIB

Tepat pada Hari ini, Jum’at, 31 Januari 2026, 94 Tahun silam, di Kota Surabaya, Ormas Nahdlatul Ulama’ (NU) resmi didirikan, yang ditandai dengan pembacaan ikrar resolusi Jihad untuk melawan Penjajah oleh KH. Hasyim Asy’ari Kala itu.

Pengurus Wilayah Fatayat NU Jatim, Lia Istifhama, mengatakan, “Melalui milad NU ke 94 ini, kita diingatkan kembali tentang rentetan sejarah histori berdirinya Nahdlatul Ulama’ (NU). Termasuk didalamnya ada sejarah perjuangan NU yang turut andil dalam memerdekakan negri Indonesia ini,” ujarnya melalui sambungan telepon selular kepada Potretjatimdaily.com, Jum’at (31/01/2020) siang.

Menurut Ning Lia, bahwa Kita seperti diajak flashback mengingat kembali resolusi jihad. Ini penting, lho. Karena resolusi yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari tersebut, menjadi spirit perjuangan.

Ketua III STAI Taruna Surabaya ini menambahkan, “Tentang keberanian dan ketangguhan untuk melawan yang salah, yaitu penjajah,” tegasnya.

Lebih jauh Ning Lia mengingatkan, “Nah, bisa kebayang nggak, kalau sekarang ini bermunculan generasi-generasi yang bisa meneladani ketangguhan itu ?,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Perempuan Tani HKTI Jatim ini mengharapkan, “Maksud saya adalah. Kita ini, yang merupakan anak cucu dari keluarga nahdliyin, harus berani tampil ke depan. Harus yakin dan optimis membesarkan NU melalui karya-karya kita. Jangan sampai kita yang merupakan kader NU, berpikir harus kaya baru bisa berkarya,” katanya.

Ning Lia mengungkapkan bahwa Kalau para pendahulu NU saja bisa membuat karya besar, yaitu kemerdekaan RI. Maka kita sebagai para cicitnya juga bisa kok melakukan meneladani itu, yang penting kan niat membangun kemaslahatan.

Berbicara soal angka 94 di Harlah NU Ke-94 ini mantan Putri NU 2005 tersebut menjelaskan, “Angka 94 merupakan angka yang bagus, lho. Generasi millenial adalah yang terlahir pada kurun waktu antara Tahun 1977 sampai dengan Tahun 1994,” imbuhnya.

“Nah, cocok kan. Kalau yang lahir sebagai generasi millenial, memiliki spirit tinggi untuk menjadi figur pemimpin. Pemimpin itu syubbanul yaum rijalul ghod. Pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok, “tutur Ning Lia.

Kepada para generasi milenial, Ning Lia mengajak, “Jadi, ayo kader NU yang sekarang pemuda, pemudi, alias millenial, harus berani tampil ke depan. Kuncinya ucapkan Bismillah, niat ingsun nggedekno NU”, pungkas putri mantan komandan Banser Jatim, KH Masykur Hasyim. (Spr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed