oleh

HUT RI Ke-75 : Pemprov Jatim Resmi Jadikan Rumah Kelahiran Bung Karno sebagai Cagar Budaya

Dokumentasi Rumah Kelahiran Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, Jalan Pandean Gang IV No. 40, Peneleh, Genteng, Kota Surabaya.

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SENIN (10/08/2020) | PUKUL 21.07 WIB

Di sebuah rumah sederhana di Jalan Pandean Gang IV No. 40, Kampung Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya itu, 6 Juni 1901, 119 tahun lalu, Sang Putra Fajar, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir.Soekarno dilahirkan.

Rumah yang menjadi saksi bisu kelahiran sosok sang Proklamator Kemerdekaan yang sering dipanggil Bung Karno tersebut, hingga saat ini kondisinya sangat terawat.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, Pemerintah Provinsi Jatim telah mengambil alih Rumah bersejarah yang terletak di jantung kota pahlawan surabaya tersebut dari Pemerintah Kota Surabaya sebagai cagar budaya.

Sebelumnya Rumah itu sempat ditempati oleh seorang warga kota bernama Jamilah (50 thn) bersama keluarganya. Ia beli sekitar Tahun 1990 lalu seharga Rp16 juta.

Semula ia tak tahu kalau rumah yang ditempatinya adalah rumah tempat kelahiran Bung Karno. Ia baru tahu belakangan setelah peneliti dari Belanda sekitar tahun 2009 datang dan membawa bukti bahwa rumah itu tempat kelahiran Bung Karno.

Pada 2013, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menetapkan rumah seluas 5×14 meter ini sebagai bangunan Cagar Budaya. Namun meski sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya, kepemilikan rumah ini masih atas nama Jamilah.

Setahun kemudian, Pemerintah Kota Surabaya berusaha membelinya hingga sempat melakukan tawar menawar. Namun hingga saat ini belum ada kesepakatan harga. Pemilik rumah mematok harga Rp5 miliar, sementara Pemkot Surabaya hanya sanggup Rp2 miliar.

Saat ditemui potretjatimdaily.com, Jamilah menyatakan, “Rumah tempat kelahiran Bung Karno itu adalah bagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah provinsi Jawa Timur sepatutnya memberi apresiasi terhadap jejak sejarah itu,” ujarnya, Senin (10/08/2020).

Lebih lanjut Jamilah juga berpesan dan memberi harapan untuk bangsa Indonesia, agar kedepannya negeri ini lebih jaya dan makmur serta menjadikan sejarah sebagai catatan penting untuk para generasi muda agar menghargai betapa besarnya perjuangan para tokoh pahlawan.

“Saya harap agar negeri ini lebih jaya dan makmur, dan generasi penerusnya bisa lebih menghargai jasa para pendahulunya, “imbuhnya.

“Dan Selamat menyongsong pesta kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2020, dirgahayu NKRI ke – 75, “pungkas Jamilah. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed