oleh

Ibnu Sina pun Diam saat Menghadapi Orang Bodoh

-All Post-77 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
RABU (12/08/2020) | PUKUL 17.28 WIB

Suatu hari Ibnu Sina menunggang kuda dalam suatu perjalanan.

Ibnu Sina turun dari kuda dan mengikatnya. Kemudian Beliau memberikan jerami sebagai makanan untuk kudanya.

Ibnu Sina duduk di tempat teduh sambil menikmati bekal yang dibawanya.

Tiba-tiba ada seorang penunggang keledai mendatanginya. Ia ikut turun dan mengikat keledainya berdekatan dengan kuda milik Ibnu Sina.

Dengan maksud supaya keledainya bisa ikut memakan jerami.

Dan orang tersebut pun duduk dengan posisi Ibnu Sina.

Ketika Ia duduk, Ibnu Sina berkata, “Keledaimu jauhkan dari kuda ku supaya tidak ditendangnya,”

Namun, si penunggang keledai yang diajak bicara itu diam.

Dan tak lama terjadi apa yang disampaikan oleh Ibnu Sina. Dimana, Si Keledai ditendang kuda hingga cidera.

Pemilik keledai marah besar kepada Ibnu Sina dan meminta pertanggung jawabannya.

Ibnu Sina tidak menjawab, terdiam saja.

Sampai kemudian si pemilik keledai mendatangi hakim dan meminta agar Ibnu Sina membayar atas ciderai keledai miliknya itu.

Saat ditanya oleh hakim pun Ibnu Sina terdiam.

Hakim kemudian bertanya kepada orang yang mengadu tersebut, “Apakah Ia (Ibnu Sina) bisu?,”

Orang itu menjawab, “Tidak, buktinya tadi bicara padaku, ”

Hakim lanjut bertanya, “Apa yang Ia Katakan?,”

Kembali Orang itu menjawab, “Jangan dekatkan keledaimu, nanti ditendang kudaku, ”

Setelah mendengar jawaban itu, sang hakim langsung tertawa dan berkata kepada Ibnu Sina.

“Anda ternyata pintar. Cukup diam dan kebenaran terungkap, ”

Sambil tersenyum Ibnu Sina berkata kepada sang Hakim.

“Tidak ada cara lain untuk menghadapi orang bodoh adalah dengan diam, “.

Demikian cuplikan satu diantara anekdot yang dicantumkan dalam buku “Cita Humanisme Islam”. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed