oleh

Jaga Tali Persaudaraan Umat Muslim, FKAI Surabaya gelar Sholat Qiyamul lail dan Tausiyah Subuh

-All Post-692 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (12/11/2019) | PUKUL 22.35 WIB

Bertempat di Masjid At-Taqwa, Jalan HR. Muhammad Surabaya, Senin (11/11/2019) malam kemarin, Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) sukses menggelar acara Qiyamul Lail dan Sholat Subuh bersama.

Kegiatan yang dikuti oleh seluruh Penyuluh Agama Islam Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Non PNS Kemenag ini, diselenggarakan dengan tujuan untuk menjaga tali persaudaraan umat muslim di Kota Surabaya.

Salah satu panitia, Dr Moh. Mukhrojin, M.Si, mengatakan, “Kegiatan ini diselenggarakan oleh FKPAI dan dihadiri lebih dari 130 orang penyuluh”, ujarnya kepada potretjatimdaily.com.

“Dan dilaksanakan mulai hari Senin (11/11/2019) malam, yang bertujuan untuk menjaga ukhuwah dan tali persaudaraan sesama umat muslim di kota surabaya ini”, katanya.

Moh. Mukhrojin menambahkan, “Alhamdulillah, Atmosfer dalam momentum acara ini, terasa begitu hangat dan syahdu dan rasa kekeluargaan antar Jama’ah terlihat begitu dekat, (dan) itu merupakan daya tarik tersendiri”, tutupnya.

Sementara itu, bertindak sebagai pembicara, Dr. Aw. Evendi, M.Ag, dalam tausiyahnya menyampaikan soal Kasi Kepenyuluhan. Menurutnya, Kata PENYULUH berasal dari dua suku kata, yaitu kata “Penyu” dan “Suluh”.

“Penyu (Hewan Penyu) itu wataknya tidak mau keluar kalau ada orang, akan tetapi kalau dia (Penyu) ingin keluar (maka) akan keluar kata-katanya. Apalagi, ini zaman medsos sosial dimana banyak kata-kata yang provokatif dan tidak perlu ditiru”, tuturnya.

Lebih lanjut Aw. Evendi menguraikan, “Sedangkan kata “Suluh” berarti Penguluh yang mau mengajak umat untuk ke arah jalan kebaikan, menguluh masyarakat yang dimulai dari dirinya sendiri, keluarga dan selanjutnya masyarakat umum”, pungkasnya.

Keesokan harinya, dengan Khusyuk dan hikmad, dipimpin oleh Penyuluh Non PNS dari KUA Benowo, Ust. H. Heri Siswanto, seluruh peserta menjalankan Sholat Qiyamul Lail (Sholat Tahajud dan Sholat Hajat) dan sahur bersama, niat puasa yaumul biidl atau puasa 15 Robiul Awal.

Dilanjutkan, Peserta menunaikan Sholat Subuh berjama’ah yang dipimpin oleh Imam Rowatib dan disambung dengan Tausiyah Subuh, yang kembali disampaikan oleh Dr. Aw. Evendi M.Ag dan Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Jatim, Dr. H. M. Amir Sholihuddin.

Dalam isi tausiyahnya, Amir Sholihiddin mengupas habis tentang Kesabaran. Ia berujar bahwa ada tiga rukun sabar yang harus dipenuhi oleh umat Muslim agar nantinya dapat disebut sebagai orang yang mampu menerapkan kesabaran dengan tepat.

Rukun pertama adalah menahan hati untuk tidak merasa marah terhadap ketentuan Allah.

Rukun kedua, menahan lisan untuk tidak mengadu domba antar sesama maupun mengeluh saat tertimpa musibah.

Rukun ketiga, mampu menahan anggota tubuh untuk tidak melakukan hal yang tidak dibenarkan ketika menghadapi kesulitan, seperti menampar pipi, merobek baju dan lain sebagainya yang berkaitan dengan melukai serta merugikan diri sendiri.

Jika rukun kesabaran tersebut mampu diterapkan dengan benar dan ikhlas, maka cobaan yang diberikan oleh Allah akan berubah menjadi sebuah kenikmatan.

“Jadi, rumusnya adalah ketika kita diberi kesenangan harus tetap bersyukur. Begitu pula bila kita sedih atau ditimpa kesusahan, kita harus bersabar. Bila hal tersebut sudah dilakukan, maka dalam setiap keadaan kita pasti akan merasa ridho terhadap ketentuan Allah SWT.” tandasnya mengakhiri tausiyah.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, turut hadir pula Kepala Bimas Islam Kemenag Kota Surabaya, Drs. Husni, M.Si dan Ketua Pokjaluh, Drs. Khudlori. (HMD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed