oleh

Jelang Satu Tahun Kepemimpinan, Dirut Soetomo ‘Panen Apresiasi’

-All Post-621 views

-Foto : Dr Joni ketika mendapatkan penghargaan dari komunitas Amali WNBK-

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (26/11/2019) | PUKUL 23.46 WIB

Rumah Sakit Pemerintah yang menjadi sentral di Jawa Timur, RSUD Soetomo, semakin menunjukkan pelayanan baik bagi pasien. Setelah mencanangkan aplikasi reservasi melalui android agar pasien tidak perlu antre pada11/08 lalu, RS dibawah kendali Dr. dr. Joni Wahyuadi juga menunjukkan kepedulian pada warga negara berkebutuhan khusus.

Hal ini setidaknya yang menjadi alasan bagi salah satu komunitas sosial yaitu Amali WNBK, untuk memberikan penghargaan pada Dirut yang baru saja meluncurkan aplikasi ‘sikedu’ bagi seluruh pegawai di Rumah sakit pimpinannya (20/11).

“Kami sebagai salah satu wadah yang peduli pada warga negara berkebutuhan khusus, melihat sendiri kepedulian RSUD Soetomo. Rumah sakit ini memiliki day care bagi anak berkebutuhan khusus dan memang peduli dengan komunitas sosial terkait anak berkebutuhan khusus. Salah satunya kami, merasa bersyukur dengan perhatian dirut RSUD Soetomo. Beliau (dr. Joni) pernah menghadiri acara kami dan menunjukkan kepedulian pada anak berkebutuhan khusus”, jelas Andi Fuad, ketua Amali WNBK (26/11) memberikan ‘pujian’ pada Dirut yang akan genap setahun menjabat pada 30 Nopember mendatang.

Apresiasi berikutnya juga disampaikan oleh aktivis perempuan sekaligus pembina Amali WNBK, Lia Istifhama. Dosen yang juga keponakan Gubernur Jatim Khofifah, menyampaikan apresiasinya pada dokter ahli bedah syaraf tersebut.

“Dokter Joni bukan hanya ramah ya, tapi memang beliau ini model pemimpin yang mengayomi. Kebetulan beberapa kawan saya ada yanh bekerja di RSUD Soetomo. Ada yang dokter dan juga perawat. Mereka pernah saya pancing. ‘Pimpinanmu kelihatan ramah ya? Emang kayak gitu ke semua orang atau gimana?’ Dan mereka jawab kalau emang dirutnya orangnya ramah. Jadi istilahnya gak bikin bawahan ndredeg alias gugup. Itu sih yang temen saya bilang, lho ya. Kalau saya sendiri, juga merasakan sama. Beliau low profilenya kental banget. Bukan hanya itu ya, saya sendiri pas jenguk saudara di RSUD Soetomo, pernah gak sengaja melihat pak dirut keluar masuk UGD. Jadi memang katanya yang jaga UGD, beliau ini sering melakukan kontrol langsung kondisi UGD. Selain itu, rumah sakit ini sekarang jauh lebih bersih daripada yang dulu-dulu. Bisa dilihat sendiri, yah”, ujarnya.

Panen pujian pun dilontarkan oleh keluarga pasien. Diantaranya Fauzi, yang merasakan kemudahan akses pemulangan jenazah kerabatnya. “Kadang ada rumah sakit yang cukup berbelit-belit prosedurnya, tapi rumah sakit ini tidak. Jadi tidak menambah beban keluarga yang sedang kesusahan’, jelasnya.

Hal senada disampaikan Nila Hapsari, kerabat pasien tumor otak.

“Kebetulan ada saudara, masih anak-anak, usia 2 tahun. Kena musibah tumor otak. Dan Alhamdulillah, rumah sakit ini tidak memperlambat penanganan. Walaupun pake BPJS, kalau kamar tersedia, ya langsung dilayani”, jelasnya.

Dibanjiri pujian, Dokter Joni enggan berbesar hati dan menganggap apa yang dilakukannya hanyalah pengabdian sebagai tenaga medis.
“Dokter tugasnya ya berusaha membantu kesembuhan. Kehidupan dokter yah seperti ini, Pengabdian. Motto kami, merawat pasien adalah kesempatan besar yang diberikan Allah SWT kepada kita. Jadi ini pintu berbuat kebajikan”, jelasnya. (Spr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed