oleh

Jelang Unjuk Rasa Besar-besaran, GENPATRA : Rapat Matangkan Aliansi KOMPAK Gresik

-All Post-455 views

 

-Foto : Genpatra Rapat koordinasi pematangan anggota untuk persiapkan massa aliansi gresik kompak-

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (12/01/2020) | PUKUL 21.18 WIB

Semakin berlarut-larutnya proses penanganan kasus korupsi yang terjadi di kabupaten gresik, hari ini, Minggu (14/01/2020) siang disikapi tegas oleh para aktivis anti korupsi di kota pudak tersebut dengan rencana menggelar aksi unjuk rasa.

Rencananya, Gedung DPRD Gresik, akan dijadikan sasaran aksi unjuk rasa oleh para aktivis yang tergabung dalam Aliansi Lembaga Swadaya (LSM) Komite Masyarakat Pejuang Anti Korupsi (Kompak) Gresik tersebut, dalam rencana demo besar-besar yang akan digelar pada hari selasa (14/01/2020) mendatang itu.

Hasil pantauan Potretjatimdaily.com, Aliansi ini terdiri dari Forum Kota (ForKot), Masyarakat Gresik Peduli Kemanusiaan (MGPK), Gerakan Pemuda Nusantara (Genpatra), Persatuan Arek Lumpur (PAL), Paguyuban Pedagang Alun-alun Gresik (PPAG), Supporter Ultras Mania, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), dan sejumlah aktivis lain.

Anggota LSM Genpatra Ali Candi Jhon Oi menyatakan, demo gabungan LSM itu mengusung sejumlah isu kasus korupsi yang tengah mencuat maupun yang saat ini ditangani pihak berwajib. Salah satunya kasus korupsi potongan jasa insentif pajak daerah dari pegawai di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik yang telah menyeret Mantan Plt. Kepala BPPKAD M. Muktar dan Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya itu.

Selain itu, juga kasus korupsi dana potongan jasa pelayanan (Jaspel) BPJS di Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik yang telah menyeret mantan Kepala Dinkes Gresik dr. M. Nurul Dholam yang telah divonis 4 tahun penjara dan kasasinya ditolak oleh Mahkamah Agung (MA).

“Aliansi mendesak kasus tersebut kembali dibuka dan dikembangkan. Jangan hanya berhenti di dokter Dholam saja,” ujarnya kepada redaksi Potretjatimdaily.com, melalui telepon selular, Minggu (12/01/2020) Siang.

Jhon Oi juga menyebut soal kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Inspektorat Gresik yang ditengarai ada rentetan kasus dugaan korupsi di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Koperasi yang kasusnya diduga masih mengendap di Polres Gresik.

“Semua akan kami angkat untuk diusut tuntas sampai akar-akarnya,” tukas Jhon Oi.

Sementara itu, Khusus untuk kasus di BPPKAD, Jhon Oi berharap Sekda mau buka-bukan mengungkap pejabat lain yang diduga ikut menerima aliran dana korupsi tersebut.

“Kasus ini telah kami laporkan ke KPK dan MA agar dikawal,” ulasnya.

Lebih lanjut Jon Oi, mengungkapkan bahwa Genpatra dalam aksi demo nantk juga akan mendesak DPRD Gresik untuk meminta Bupati Sambari Halim Radianto agar menonaktifkan Sekda yang telah terlilit kasus korupsi di BPPKAD dan tengah menjalani sidang di PN Tipikor Surabaya.

“(Jadi) Langkah itu harus diambil oleh Bupati agar nanti citra Pemkab Gresik, sebab bagaimanapun juga, Sekda itu adalah jabatan strategis, yaitu sebagai top leadernya ASN di lingkup Pemkab Gresik,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed