oleh

KOTA SURABAYA : Semburan Lumpur di Kutisari belum berhenti

-All Post-572 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY
SENIN (23/09/2019) | 23.25 WIB

Senin (23/09/2019) malam, Semburan lumpur di halaman rumah di Kutisari Indah Utara III No.19 Surabaya belum mereda. Tim dari Dinas Lingkungan Hidup terus melalukan pemantauan suhu udara di lokasi semburan hingga area 200 meter dari titik semburan.

Hasil Pantauan potretjatimdaily.com, semburan lumpur berbau minyak terus keluar di dari dalam tanah. Setidaknya, sudah 12 karung material yang disisihkan dari lokasi semburan.

Seperti pernyataan Waskito penghuni rumah mengatakan, meski diduga mengandung gas metana dan minyak, material lumpur terasa tidak panas saat disentuh.

“Rasanya biasa saja saat saya mencoba menyumbatnya tadi siang. Tangan saya juga tidak gatal-gatal,” katanya di lokasi.

Waskito mengaku, peristiwa semburan lumpur itu terjadi sekitar pukul 13.00 wib. Saat itu, ia berada di kantor dan dihubungi oleh pimpinan. Sontak, ia langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Saya dari kantor dipanggil oleh pimpinan untuk datang ke TKP (Tempat Kejadian Perkara),” katanya.

Melihat hal itu, Waskito kemudian berinisiatif menutup semburan itu menggunakan plastik. Bahkan, ia juga sempat menyumbat semburan itu menggunakan kedua tangannya.

“Sementara (bau red) tidak begitu menyengat, saya mencoba tangan dua saya masuk, mau menyumbat itu netral, tidak ada rasa panas, gatal atau perih, itu tidak ada. Saya mencoba menghambat itu,” katanya.

Menurut Waskito, di kawasan tersebut sebelumnya juga sering terjadi semburan-semburan lumpur kecil. Bahkan, semburan kerap kali muncul di saluran-saluran air dan tanah kavling.

“Warga itu sering untuk mengambil sebagai minyak bahan mentah atau bagaimana. Kadang pakai handuk atau rumput alang-alang dia sisihkan,” ujar Waskito.

Ia mengungkapkan, dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh petugas PGN (Perusahaan Gas Negara), diketahui semburan lumpur itu ada unsur kandungan gas mencapai 82,6%LEL-m.

“Dari pengecekan yang dilakukan petugas PGN, ada unsur gas metan dan minyaknya juga,” papar Waskito.

Saat di konfirmasi, melalui telepon selularnya, kepada potretjatimdaily.com, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Eko Agus Supiyadi, menyampaikan, saat ini pihaknya mengaku masih belum berani berkomentar.

Menurut Eko, “Belum berani komentar mas, tunggu dari ESDM pagi besok yang lebih mengerti,” jawabnya.

Sementara itu, AKP Kadek Ary Mahardika Kapolsek Tenggilis Mejoyo di lokasi mengatakan, lokasi dilakukan sterilisasi dengan memasang police line. Rumah harus dikosongkan malam ini dan seluruh material ditampung dalam karung, dan disisihkan di sekitar pekarangan rumah.

“Kami juga akan mengirimkan anggota untuk bergantian menjaga tempat ini,” katanya. ( ARB )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *