oleh

LIA ISTIFHAMAH : PEDULI KESEJAHTERAAN PEDAGANG PASAR TRADISIONAL, GELAR PENYULUHAN HUKUM & BERBAGI STRATEGI GRATIS

-All Post-682 views

LIA ISTHIFAMAH : PEDULI KESEJAHTERAAN PEDAGANG PASAR TRADISIONAL, GELAR PENYULUHAN HUKUM & BERBAGI STRATEGI GRATIS

SURABAYA – Potret Jatim Daily

Raut bahagia nampak terpancar dari Wajah Pedagang Pasar Tradisional Soponyono Rungkut Surabaya, pasalnya hari ini, Sabtu (27/7/2019) mereka Kedatangan Sahabat-Sahabat dari Klinik Bantuan hukum “BINA ANNISA SURABAYA yang di komandani oleh Lia Isthifamah. S.sos,MHi,MEi.

Sudah menjadi rahasia umum, bila pedagang pasar itu “gapdate” terkait aturan, hak & kewajiban nya kepada pemerintah kota, pihak swasta maupun antar pedagang pasar sendiri.

” Acara seperti ini sangat kita butuhkan mas, dan tidak pernah kita dapatkan sebelumnya. baik dari Dinas Koperasi & UMKM Kota Surabaya, maupun dari pihak lain, apalagi gratis lagi ” ujar Salim, salah saru pedagang pasar soponyono.

” Sekarang kita Jadi tahu dan siap bersaing dengan pedagang di pasar modern, terima kasih ning LIA ” tambah nya.

Sementara di sela – sela acara, Ning LIA (Lia Isthifamah) begitu Tokoh Perempuan Milenial cerdas ini di panggil, mengatakan ” Penguatan sektor ekonomi rakyat dapat dilakukan dalam pemberdayaan pasar tradisional, namun masih banyak pedagang yang kurang memahami beberapa regulasi tentang pasar “.

” Sebut saja pasal 77 PP No. 112 Tahun 2007 tentang Jam Operasional Ritel Modern, Pasal 33 tentang harga dan lain nya dan Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 53 Tahun 2008 Pasal 7 tentang hubungan toko modern dengan Pemasok. yang selama ini tak pernah tersampaikan dengan baik kepada para pedagang ” tambah semi finalis cak & ning Surabaya 2006 ini.

” Kita (Klinik Bantuan Hukum “Bina annisa surabaya”), ingin berbuat mengabdikan disiplin ilmu yang kami punya, dengan harapan pedagang pasar “melek hukum” sehingga menguatkan upaya mengimbangi pertumbuhan ritel modern yang signifikan. sehingga pedagang pasar akan berdaya menuju kesejahteraan ” tutup perempuan yang juga keponakan ibu gubernur Jawa timur ini.

Dialog interaktif yang bertempat di lantai 2 Pasar dengan tema Penyuluhan Hukum dan penguatan strategi modal sosial bagi pedagang pasar soponyono ini, terselenggara atas kerja sama Klinik Bantuan Hukum “BINA ANNISA SURABAYA” dan Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional Surabaya.

Hal senada juga di sampaikan ketua Sahabat K1P Surabaya, HAMEDI,SE. saat di hubungi lewat ponsel oleh awak media ” Insya allah kita akan selenggarakan di 81 pasar tradisional yang ada di surabaya, khususnya untuk menyapa ulang di 32 pasar yang kemarin di kunjungi oleh budhe khofifah (saat kampanye pigub jatim 2018) kemarin “.

” Ning Lia ini tokoh muda yang peduli nasib dan pemberdayaan pedagang pasar tradisional, buktinya di sela – sela kesibukan nya untuk meraih S3 nya, beliau masih mau melayani pedagang” lanjut nya.

” Itu alasan mengapa kita titipkan aspirasi pedagang kepada beliau dan insya allah teman2 pengelola pasar se surabaya masih solid dan satu suara, untuk mendukung dan pemimpin yang peduli nasibe wing cilik sebagai walikota surabaya 2021-2026, “biyen BUDHE, saiki NING LIA ae ” Tambah pria yang juga kepala pasar sememi benowo surabaya ini.

Hadir Pula dalam kesempatan ini, relawan – relawan pendukung khofifah-Emil kemarin, antara lain relawan Surabaya Ceria, relawan Surabaya Berlian, Relawan Laskar Nusantara Jatim dan Relawan Sahabat K1P Surabaya. (DRJ)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed