oleh

LIA ISTIFHAMAH BERSAMA YAYASAN ALIT BERKOMITMENT KAMPANYEKAN PERLINDUNGAN ANAK DAN PERDAGANGAN MANUSIA”

-All Post-793 views

SURABAYA – Potret Jatim Daily

Hari Menentang Perdagangan Manusia Sedunia, yang biasa di peringati tiap tanggal 30 Juli setiap tahun nya, kali ini juga di rayakan di kota surabaya tepatnya di ruang my amerika gedung konsulat jenderal Amerika Serikat surabaya, Selasa (30/7/2019) kemarin.

Acara tahunan yang mengambil thema “Sexual Commercial Exploitation In Children At Travel and Tourism (SECTT)” ini, menghadirkan pembicara dua orang perempuan yaitu mantan korban trafficking di taiwan, Maisidah Salas, dan pendiri yayasan alit, Yuliati Umrah.

” Kita akan terus galak kan kampanye human trafficking, untuk menumbuhkan kesadaran di masyarakat ” kata konsul AS di Surabaya, Mark McGovern.

” Dan salah satunya dengan mengadakan event seperti ini ” tegas nya.

Diskusi di awali dengan berbagi kisah cerita sedih dari ibu 43 tahun asal wonosobo, yang juga korban KDRT ini. ” Saat itu usia saya masih 16 Tahun, tepatnya pada tahun 1991, saya juga mantan korban pemerkosaan , saya di nikahi oleh pelaku dan harus mengalami KDRT sesudahnya ” kata nya mengawali cerita.

cerita berlanjut, dengan kisah perjalanan hidup ibu 4 orang anak ini, pada medio 2001-2006, ketika dirinya jadi korban perdagangan manusia. ” Katanya saya akan di bayar Rp. 10 Juta/bulan, dan hanya kerja merawat nenek tua buta di Taiwan, tapi nyatanya tidak” ujar nya.

” Semoga kisah hidup saya ini bisa di ambil manfaat nya oleh semua, agar lebih berhati – hati terhadap tawaran yang menggiurkan dari agent – agent penyalur TKW ” tutup nya.

Sementara itu, Yuliati umrah, lebih banyak menyoroti perbedaan antara abuse dan eksploitasi, ” bahwa keduanya (baik abuse maupun eksploitasi) itu, bisa terjadi pada anak – anak dari status sosial manapun ” ujar pendiri yayasan pemerhati anak – anak dan remaja terpinggirkan ini.

” Lebih parahnya, di indonesia ini ada praktek trafficking yang di bungkus dalam label pariwisata, sehingga yang di bidik (anak – anak) tidak menyadari telah jadi korban nya ” tambah nya.

Sementara itu, aktivis sosial anti perdagangan manusia kota surabaya, Lia Istifhamah yang juga hadir dalam acara ini, mengatakan ” Saya berkomitment, bersama yayasan alit, untuk terus mengkampanyekan perlindungan anak dan sex with children is a crime ” kata nya ketika di temui di sela – sela acara.

” Pokoknya kita akan terus perangi itu (praktek perdagangan manusia) ” tegas semi finalis cak dan ning surabaya 2006 ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed