oleh

Lia Istifhamah Raih Tokoh Muda Jatim Peduli Covid-19

Direktur Eksekutif ARCI, Baihaki Siradj menyerahkan piagam penghargaan kepada Dr. Lia Istifhama sebagai Tokoh Muda Peduli Covid-19 dalam ARCI Awards 2020.

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (29/12/2020) | PUKUL 20.24 WIB

Partisipasi nyata Lia Istifhama dalam usaha penanggulangan Covid-19 mendapat apresiasi dari lembaga Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI). Aktivis perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu dinobatkan sebagai Tokoh Muda Peduli Covid-19 dalam ARCI Awards 2020.

Baihki Siradj, Direktur Eksekutif ARCI mengungkapkan pihaknya melakukan riset media untuk memotret sejumlah individu dan lembaga yang melakukan aksi nyata dalam usaha penanggulangan Covid-19. Satu di antaranya adalah sosok Ning Lia.

“Dari monitoring yang kami lakukan, Ning Lia ini aktif mengampanyekan protokol kesehatan kepada publik. Ia juga menggerakkan relawannya blusukan ke kampung-kampung melakukan penyemprotan disinfektan dan membagikan masker serta hand sanitizer,” urai Baihaki, Selasa (29/12/2020).

Baihaki melanjutkan, Ning Lia selaku Ketua DPP Perempuan Tani HKTI juga selalu menyelipkan kampanye pelaksanaan protokol kesehatan di setiap kegiatan Perempuan Tani HKTI. Ia tak sekadar mengimbau, tapi juga memberi contoh.

Menurut Baihaki, sosok Ning Lia bisa menjadi contoh dan menginspirasi generasi milenial untuk berkontiribusi nyata dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Baihaki menilai, milenial adalah generasi yang kritis dalam berpikir. Karena itu, untuk menyampaikan pesan kepada milenial tidak bisa hanya melalui imbauan. Mereka harus diberi contoh oleh figur dari generasi mereka juga.

“Pandemi Covid-19 ini sangat luar biasa. Karena itu, pemerintah tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri. Perlu peran serta aktif dari masyarakat. Karena itu, ARCI perlu memberi apresiasi kepada mereka yang peduli pada penanggulangan Covid-19,” ujar Baihaki.

Sementara itu, Ning Lia mengaku terkejut dengan apresiasi yang diberikan oleh ARCI. Putri almarhum Kiai Masykur Hasyim ini mengaku tergerak untuk ikut berkontribusi dalam usaha penanggulangan Covid-19 atas dasar kemanusiaan.

Lia mengaku ia bukan orang yang berlimpah harta, bukan orang kaya raya. Tapi ia memiliki jaringan yang luas dan teman yang banyak. Hal itu ia jadikan modal untuk bergerak dan berbuat nyata untuk masyarakat di dalam kondisi pandemi ini.

“Saya kira di luar saya juga masih banyak yang berkontribusi nyata dalam usaha penanggulangan Covid-19. Penghargaan ini saya dedikasikan untuk para relawan dan teman-teman yang aktif melakukan aksi sosial di masyarakat. Tentunya juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus menebar kebaikan pada sesama,” imbuh Doktor ilmu ekonomi dari UINSA Surabaya itu. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed