oleh

Mantan Komandan Banser : Kantor PCNU Surabaya, Heroiknya Harus Dikenang

-All Post-714 views

-Foto : suasana pembacaan sholawat nariyah-

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY
SENIN (21/10/2019) | 23.49 WIB

KH. Masykur Hasyim, mantan komandan Banser ketika Muktamar-27 tahun 1984 di Kabupaten Situbondo Jawa Timur ini, terlihat hadir dalam pembacaan sholawat nariyah PCNU Surabaya, Senin (21/10/2019) malam.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, salah satu momen peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan oleh PCNU Kota Surabaya tersebut, dihadiri oleh ratusan Nahdliyin.

KH. Muhibbin Zuhri, selaku ketua PCNU, berpesan akan pentingnya mengenang jasa-jasa pejuang santri dalam merebut kemerdekaan dan mendoakan untuk keselamatan bangsa.

Sedangkan, KH. Masykur Hasyim, tokoh senior NU yang juga ayah dari salah satu kandidat calon wakil wali kota surabaya, yang masuk dalam bursa pilwali 2020, Lia Istifhama ini, menjelaskan histori kantor PCNU Surabaya yang tadi malam menjadi tempat berlangsungnya pembacaan sholawat nariyah.

“Gedung yang konon dibangun tahun 1909 ini memiliki nilai sejarah yang penting. Ini dulu adalah kantor PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) setelah sebelumnya di jalan kawatan gang 6 yang sekarang jadi SD Halimah”, tegasnya.

KH. Masykur Hasyim menambahkan, “Terus pindah ke Jl. Bubutan gang 6 nomer 2 ini. Gedung ini juga tempat tercetusnya resolusi jihad 22 Oktober yang sekarang diperingati sebagai hari santri”, ceritanya.

“Jadi dulu santri-santri digembleng, disangoni doa para kiai, dan pergi jihad. Perang melawan penjajah sampai dengan 10 Nopember”, pungkasnya di sela acara makan tumpeng bersama selepas pembacaan sholawat nariyah. (Zainul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed