oleh

Masih Masif Gerak Sosial, LIA ISTIFHAMA : Sepenuhnya Itu Bukti Tulusnya Relawan

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SENIN (20/07/2020) | PUKUL 18.05 WIB

Lia Istifhama atau yang disebut Ning Lia, harus diakui sebagai figur yang masih mampu menjaga ritme sosialnya jelang rekom Pilwali Surabaya. Arek asli Wonocolo tersebut bahkan tidak terlihat gamang mengenai kans rekom untuk Pilkada serentak Desember mendatang.

“Dari awal saya berprinsip out of the box. Jadi harus memiliki strategi yang beda, yang sesuai dengan ciri dan diri kita sendiri. Saya gak ada pikiran harus mengubah style hanya karena kebutuhan jabatan politis. Semangat turun ke bawah, berbagi seadanya, itu sudah semacam hal biasa yang dilakukan saya dan kawan-kawan. Jadi yah saya kira wajar saja kalau sampai sekarang, semangat aksi sosial masih bisa dilakukan. Sepenuhnya itu keinginan kawan-kawan relawan. Kami memang gotong royong jadi terasa enjoy, tidak beban. Alhamdulillah bahkan sudah setahun lho, proses ini. Bagi saya, ketulusan relawan sudah tidak bisa dipungkiri dan itu luar biasa. Karakter arek asli Suroboyo kan begitu, membangun seduluran dan berbagi titik edhang podo kroso”, jelasnya.

Fakta tersebut juga diakui oleh Siti Fatimah Kurniasari, salah satu relawan putri almarhum KH Masykur Hasyim tersebut.

“Kami sebagai relawan Ning Lia merasa sudah nyatu. Turun kesana kesini, bagi masker, atau lain-lainnya, nyenengin sekali rasanya. Hampir semua warga antusias setiap kali kami turun. Bahkan akeh pol (banyak) yang salut, mendoakan Ning Lia. Mereka kadang tanya: kok bisa Ning Lia mau berbagi? Saya bilang, memang Ning Lia sama teman-teman prinsipnya gitu. Urunan, terus dibagi ke orang yang membutuhkan. Ning Lia orangnya loss gak rewel. Awak dewe (kami sebagai relawan) yakin tok, kalau Ning Lia maju, pasti menang. Soalnya orangnya gak ribet, kendhel, opo onoe, pinter, teges, dan biasa kerja keras,” tegas warga Rungkut tersebut.

Adapun Pilwali Surabaya saat ini, menyisakan dua calon walikota yang dipandang memiliki kans maju sebagai suksesor Tri Rismaharini, yaitu Wisnu Sakti Buana dan Machfud Arifin. Sedangkan posisi wakil walikota, memang masih cair, meski bisa diakui, Ning Lia termasuk kandidat potensial mengingat figur perempuan masih diharapkan tampil dalam Pilwali mendatang. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed