oleh

MBAH WASIYO : Kewibawaan dan harga diri seorang lelaki pribumi, terletak pada terjaga atau tidaknya tali silaturahmi

-All Post-662 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY
MINGGU (13/10/2019) | 08.15 WIB

Ajang Pesta Demokrasi Pemilihan Wali & Wakil Wali (Pilwali) Kota Surabaya, memang direncana baru akan digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tahun depan, tepatnya pada hari rabu, 23 September 2020 mendatang.

Namun, Gemuruh suaranya sudah mulai terdengar, seiring aktifitas politik yang semakin intens berjalan.

Baik oleh Partai Politik, Para Kandidat Cawali – Cawawali, Naik turunnya grafik diagram hasil polling lembaga Survey, Aktifitas Tim Sukses, sudah mulai menghiasi hampir di seluruh wilayah kota.

Aneka Publish berita sudah mulai berlomba – lomba, baik yang di share oleh Media online maupun cetak, tak henti-hentinya dipaksa terisi di ruang kosong otak para nitizen.

Tak ketinggalan, promo ramuan mujarab pil strategi yang ditawarkan oleh para pengamat politik, racikan elegant dengan bahan dasar disiplin ilmu, yang hampir semua orang bisa tiru, karena di jual bebas di toko-toko buku.

Tak terbantahkan, bahwa memang Kota Surabaya yang dalam satu dekade terakhir menjelma menjadi Smart City berkelas Dunia. Prestasi ini, tak lepas dari Sentuhan tangan dingin Walikota Risma dalam mengendalikan Roda Pemerintahan di Kota Para Pahlawan Ini.

Dibawah Kepemimpinan Walikota Risma, Surabaya banyak meraih berbagai macam piagam penghargaan, baik yang berskala Nasional maupun Tingkat Internasional, yang berhasil di koleksi oleh Walikota Perempuan Pertama di Surabaya ini.

Maka tak heran, bila banyak para kandidat Calon, baik yang berasal dari dalam kota sendiri, namun tak sedikit pula yang memang sengaja datang jauh-jauh dari luar wilayah guna mencoba peruntungan dalam event mencari suksesor Duet Risma-Whisnu yang akan purna tugas pada tahun 2021 mendatang itu.

Tentunya, tidak hanya berbekal materi saja, namun yang tidak kalah pentingnya adalah membawa bekal buku kumpulan trik dan intrik, cara cantik nan simpatik untuk duduk di kursi wali-wawalikota yang ada di balai kota.

Setiap Calon harus lebih Unggul dari Calon lainnya, Lebih besar Capaian dalam neberapa indikator, antara lain : tingkat Popularitas (keterkenalan), tingkat Elektabilitas (keterpilihan), tingkat Eksabilitas (Penerimaan) dan tingkat Kredibilitas (Kemampuan).

Atau ada juga, indikator lain yang digunakan oleh sebagian pengamat, Modal Personal, Modal Finansial, Modal Sosial dan Modal Politik dari para calon.

Kami mencatat ada beberapa Trik dan Intrik yang sering digunakan oleh Calon yang berasal dari luar daerah pemilih, untuk raih dan berebut simpati sebanyak-banyaknya dari para Konstituen, antara lain :
1. Sebisa mungkin bersikap, bertutur kata, berbudaya seperti layaknya Arek Asli Suroboyo, misalkan : berbusana sama dengan pilihan mayoritas pribumi, Beraksen serupa dengan bahasa lokal, dan mengikuti adat istiadat dan budaya setempat.

2. Sebisa mungkin memiliki seperti apa yang dimiliki Oleh Arek Asli Suroboyo, misalkan : Beli Rumah, merubah Administrasi kependudukan, dan menikah dengan Arek Asli Suroboyo,

3. Sebisa mungkin menghindari digunakannya, bahasa Tuan Dinegeri Sendiri, Kuatkan konsep Otonomi Daerah dan pengklasifikasian Antara Pribumi dan pendatang.

4. Cenderung menggunakan pendekatan finansial, melakukan Character Assasinatiins dan Strategi Peta Konflik dalam merebut simpati dari Pribumi,

5. Cenderung Mau Menang dan benar sendiri, menganggap kita sebagai Obyek, pelengkap, penderita dalam upaya meraih simpati dan Merasa Menang bila kita, lebih bersimpati padanya dan tak lagi sejalan dengan sesama pribumi.

“Ingat, Menjaga Jalinan Persaudaraan akan lebih bermartabat, bila dibandingkan Riuh Canda Tawa karena Rayuan kepentingan sesaat yang berkedok sahabat ”

Waspadalah…waspadalah !!

Bagaimana pendapat anda Warga “Pemilih Cerdas” Kota Surabaya ?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed