oleh

Mengapa PSBB Surabaya Raya ‘harus’ diperpanjang

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (12/05/2020) | PUKUL 12.58 WIB

Mulai 12 April 2020 sampai dengan 14 hari kedepan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya resmi diperpanjang.

Pro kontra sontak seketika merebak di publik masyarakat Jawa Timur.

Bagi Pihak yang mendukung untuk dilanjutkannya Program Kementerian Kesehatan RI, yang tertuang dalam Surat Keputusan nomor 21 Tahun 2020 itu, menganggap PSBB yang optimal lah solusi dalam melawan Pandemi Corona Virus 2019 (Covid-19) di Jawa Timur.

Dimana, Mereka dengan sangat cerdas dalam mempertimbangkan beberapa hal, antara lain : Pemahaman soal apa dan Pandemi Covid-19 itu, bagaimana cara penyebaran dan berapa luasan wilayah paparannya, bagaimana cara melawan nya, Menyadari kapasitas sebagai bagian dari Masyarakat Jawa Timur dan Ketaatan Kepatuhan kepada Para pemimpin serta Berpasrah diri kepada sang Pencipta setelah keras berikhtiar, adalah beberapa hal yang harus di lakukan.

Sebagaimana diketahui, untuk menciptakan penerapan PSBB yang optimal itu, sangat dibutuhkan tambahan waktu, tambahan pemahaman soal Covid-19, tambahan dana, peningkatan dukungan dan juga kelanjutan sikap kepatuhan dari semua pihak.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, Virus Corona hanya bisa dilawan melalui upaya yang Terstruktur, Sistematis dan Masif dan wajib didukung serta dilaksanakan oleh semua pihak

Dengan kata lain, sebuah Gerakan sosial besar yang harus melibatkan dan dilakukan bersama antara Pemerintah sebagai Subyek Penyelenggara, Dukungan Rakyak sebagai Obyek Program serta Persetujuan para Legislator melalui Fungsi Controlling, fungsi bugdeting dan fungsi Legislasing yang dimiliki.

Maka, wajarlah apabila sebagai warga kota Surabaya dan masyarakat Jawa Timur, apabila kita ikut mendukung rencama perpanjangan Penerapan PSBB tersebut.

Sementara itu, bagi sebagian pihak yang Kontra dengan kebijakan perpanjangan PSBB, hanya menginginkan agar Wabah virus yang berasal dari Wuhan Cina itu segera berakhir dari bumi majapahit ini.

Sayangnya, tanpa disertai dengan Masukan kepada Pelaksana PSBB itu, bagaimana dan apa Langkah yang efektif untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Terlepas dari beberapa Alibi yang telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama tiga kepala daerah dan Forkopimda Jatim itu,

Penulis, mencoba menyimpulkan tujuh alasan atas dilanjutkannya Penerapan PSBB di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik (SuSiGres) ini.

1. Ada Target yang belum maksimal dicapai,

2. Ada Program yang belum sempurna dilaksanakan,

3. Ada Obyek warga terdampak yang belum tersentuh,

4. Ada Koordinasi lintas level pemerintahan yang belum berjalan optimal,

5. Ada Sinergitas yang belum se Visi Misi diantara Semua pihak yang berkepentingan

6. Ada Antivirus Corona yang belum diketemukan,

7. Ada budaya bersih dan sehat ala protokol kesehatan dalam upaya memutus mata rantai pandemi covid-19 yang belum terbangun kuat dan tertib patuh ditaati oleh warga kota/kabupaten serta masyarakat Jawa Timur.

( Ditulis Oleh : Hamedi, Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed