oleh

Meski Terus Diteror, KOMPAK GRESIK Makin Garang Kawal Kasus Korupsi Sekda

-All Post-1.308 views

 

-Foto : Rapat Koordinasi Kompak Gresik, di Kantor Sekretariat Ultra Gresik, Rabu (22/01/2020) malam-

KAB.GRESIK – POTRETJATIMDAILY.COM
RABU (22/01/2020) | PUKUL 23.00 WIB

Meski banyak menerima aksi teror, tak menjadikan KOMPAK GRESIK surut sejengkalpun tuk mengawal kasus korupsi di kabupaten gresik.

Hal ini disampaikan oleh Salah satu Anggota Gerakan Pemuda Nusantara (GENPATRA) Jhon Oi, Menyikapi maraknya aksi teror yang dialami belakangan ini.

Bahkan, Gabungan LSM yang terhimpun dalam Komite Masyarakat Pejuang Anti Korupsi (Kompak) Gresik menegaskan akan terus mengawal sidang Sekda Gresik, Andhy Hendro Wijaya di PN Tipikor, Surabaya.

Ia mengungkapkan, teror itu di antaranya meminta agar Kompak Gresik tak ikut campur dalam sidang kasus korupsi di BPPKAD yang menjerat Sekda Gresik.

“Kompak Gresik tak akan mundur selangkah pun untuk melakukan demo mengawal sidang Sekda di PN Tipikor, meski diteror terus,” ujar Jhon Oi mendampingi kordinator LSM Genpatra, Ali Candi, kepada potretjatimdaily.com, usai rapat koordinasi, di Kantor Sekretariat Ultra Gresik, Jalan Proklamasi No. 11 Gresik, Rabu (22/01/2020) malam.

Menurut Jhon Oi, saat ini Kompak telah mempersiapkan demo lanjutan untuk mengawal sidang keempat Sekda Gresik di PN Tipikor Surabaya, Jumat (24/01/2020) mendatang, dengan Agenda sidang meminta keterangan sejumlah saksi.

Dimana, untuk surat izin demo dan pemberitahuanpun juga sudah dikirim ke sejumlah instansi berwenang seperti Polda Jatim dan PN Tipikor Surabaya.

“Surat izin aksi sudah kami kantongi,” ungkap Jhon Oi.

Selain itu, Kompak Gresik juga akan menggelar rapat koordinasi untuk mempersiapkan aksi demo di PN Tipikor tersebut.

“Malam ini kami adakan rapat koordinasi,” terangnya.

Jhon Oi menegaskan, tujuan Kompak mengawal kasus korupsi di BPPKAD Gresik karena ingin kasus tersebut diusut hingga tuntas.

“Siapa pun yang terlibat maka harus ditindak sesuai hukum yang ada. Jangan sampai ada tebang pilih dalam penanganan kasus tersebut. Kompak sangat yakin tak hanya M. Muktar (mantan Plt Kepala BPPKAD) dan Sekda saja yang terlibat. Pasti ada aktor lain. Makanya siapa pun yang terbukti terlibat harus diadili,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed