oleh

Musim Penghujan, Pelanggan PDAM Gresik Krisis Air, Terpaksa Membeli Air Bersih Sendiri

KAB.GRESIK – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (07/02/2021) | PUKUL 15.23 WIB

PEMERINTAHAN | Musim hujan sedang deras-derasnya, tetapi ternyata warga Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) ke-2 Kecamatan Manyar Gresik, malah kekeringan.

Kekeringan artinya, warga malah kesulitan mendapatkan air bersih gara-gara aliran dari PDAM Giri Tirta Gresik sudah tidak mengalir selama tiga pekan.

Yang lebih ironis, PDAM tidak pernah memberi kepastian kapan air kembali mengalir ke rumah-rumah pelanggan di PPS ke-2.

Akibatnya, warga di perumahan itu harus membeli air sendiri dari tangki keliling hampir setiap hari.

Seperti yang dialami Aprilia, salah satu warga PPS ke-2. Ia menurutkan ada imbauan dari PDAM, bahwa pada 22 Januari 2021 ada perbaikan pipa di Manyar.

Pengerjaan selesai atau air diperkirkan mengalir lagi dalam 2X24 Jam.

Tetapi ternyata waktu 2X24 jam terlewati sampai sekarang, air PDAM belum juga mengucur.

“Hampir sebulan air PDAM tidak keluar. Pastinya tiga pekan lebih air tidak keluar dari proses perbaikan pipa. Janjinya 2×24 jam sudah mengalir sesuai pemberitahuan,” kata Aprilia.

Ketidakpastian itu membuat warga panik.

Aprilia mengatakan, untuk mencuci, memasak, dan mandi maka warga PPS terpaksa membeli air tangki.

“Ini sudah kelima kalinya saya membeli air tangki. Harga air tangki Rp 40.000 per kubik. Per kubik bisa digunakan selama tiga hari. Sampai saat ini saya menghabiskan hampir Rp 300.000 untuk beli air. Saya berharap, fasilitas air PDAM Gresik segera mengalir,” imbuhnya.

Hal yang sama dikatakan Agung, warga lainnya. Agung membenarkan air PDAM sudah tidak mengalir sejak 22 Januari sehingga ia harus membeli air dari tangki air.

“Setiap bulan bayar air PDAM, nyatanya air juga sering mati. Maka saya harus beli air bersih untuk satu pekan,” kata Agung.

Agung kecewa karena sebagai pelanggan PDAM, ia merasa diperlakukan tidak adil karena terpaksa membeli air dari luar. Agung menilai, seharusnya ada kebijakan dari PDAM untuk memberikan air bersih.

“Karena warga menjadi pelanggan PDAM tetapi air tidak keluar. Kemudian pelanggan disuruh mengeluarkan uang lagi untuk membeli air. Ini penindasan gaya baru terhadap masyarakat,” katanya.

Direktur Utama PDAM Gresik, Siti Aminatus Zariah mengatakan, kendala itu sudah diantisipasi oleh tim distribusi. Sehingga saat ini distribusi air ditambah tekanan ke arah Perumahan PPS. “Sudah diantisipasi teman-teman dengan distribusi air, ditambah tekanan arah Perumahan PPS,” kata Zariah. (Jhon Oi/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed