oleh

NU dan Muhammadiyah Serentak Minta Pilkada 2020 Ditunda

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (22/09/2020) | PUKUL 07.26 WIB

Ditengah semakin tingginya angka pasien terkonfirmasi terpapar Pandemi Covid-19 di Indonesia, muncul desakan kepada Pemerintah soal penundaan pelaksanaan pilkada serentak 2020.

Salah satunya, desakan itu datang dari dua ormas Islam terbesar di Tanah air, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Sebagaimana telah diberitakan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) meminta supaya pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 ditunda.

Hal ini disampaikan lantaran NU menilai pandemi Covid-19 di Indonesia telah mencapai tingkat darurat.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19, prioritas utama kebijakan negara dan pemerintah seharusnya diorientasikan pada pengentasan krisis kesehatan.

Oleh karenanya, selain meminta Pilkada 2020 ditunda, PBNU juga meminta supaya anggaran Pilkada direalokasikan bagi penanganan krisis kesehatan dan penguatan jaring pengaman sosial.

Terpisah, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah juga meminta pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di masa pandemi Covid-19 ditunda.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menjelaskan, usul penundaan tersebut diungkapkan dengan alasan kemanusiaan di masa pandemi Covid-19.

Menurut dia, keselamatan masyarakat di masa pandemi Covid-19 merupakan yang paling utama. Terlebih lagi, saat ini jumlah pasien Covid-19 di Indonesia juga kian bertambah setiap harinya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed